Direktur Cara Aceh Tegaskan Mukhils Bukan Perumus Qanut

BONEPOS.COM, ACEH - Direktur Corsortium For Assistance Recovery (Cara) Aceh, T Hidayatuddin mengklarifikasi pemberitaan Bonepos, yang menyebutkan bahwa saudara Muskhlis pelanggar UU Syariat, yang dihukum cambuk di Aceh, bukanlah seorang perancang dan pembuat hukum cambuk di aceh sebagai mana diberitakan.

"Berdasarkan bukti-bukti, bahwa nama Muklis tidak pernah terlibat dalam proses perancangan ataupun pembahasan Qanun," tulis T Hidayat dalam suratnya kepada Bonepos.com, 23 November 2019.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut T Hidayat, Majelis Hakim Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh memutuskan hukuman cambuk 28 kali kepada Mukhlis (46) dan 23 cambukan untuk perempuan berisial N (33) yang berstatus istri orang lain.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Muklis juga tidak terlibat dalam proses perancangan Qanun Jinayat baik di periode awal menjelang disahkannya Qanun Aceh Nomor 12, 13, dan 14 Tahun 2003. Yakni tentang Khamar, Maisir, dan Khalwat maupun Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, dilansir dari laman Daily Mail, pria bernama Mukhlis bin Muhammad ini merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar. Mukhlis berstatus imam di sebuah masjid di dalam kawasan Aceh Besar.

Dayly Mail menyebutkan, Mukhlis adalah salah satu pencetus sekaligus yang membantu merancang undang-undang syariah tentang perzinaan. Dalam undang-undang tersebut diperintahkan bagi para pezina untuk dicambuk di depan umum.