Krisis Air Bersih di Bone, PDAM Diminta Cari Solusi

BONEPOS.COM - HAND OVER Direktur Utama PDAM Wae Manurung, Andi Sofyan Galigo.

BONEPOS.COM, BONE - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurung segera mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone menyusul datangnya musim kemarau 2019. Penanganan bisa bersifat sementara maupun permanen, sesuai dengan kebutuhan.

"PDAM harus segera mengatasi hal ini, jangan berpangku tangan saja dengan alasan faktor alam atau musim kemarau," ungkap Alfian salah seorang pelanggan PDAM Bone, kepada Bonepos.com, Selasa (3/12/2019).

Alfian menjelaskan, untuk memastikan semua pelanggan kebagian pasokan air bersih, PDAM harus memberlakukan sistem bergilir dengan durasi waktu perhari atau jam.

Hal ini pun lanjut Alfian, harus disertai dengan pengumuman ke pelanggan agar mereka bisa melakukan persiapan dengan cara menyiapkan penampungan air.

"PDAM kan bisa memberlakukan sistem bergilir, supaya semua pelanggan kebagian air bersih. Karena fakta di lapangan cuma wilayah tengah kota saja yang mendapat pasokan air lancar, sedangkan di pinggir kota tidak ada sama sekali," bebernya.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Bone, Andi Sofyan Galigo menjelaskan bahwa krisis air bersih yang terjadi di Bone disebabkan menurunnya debit air di beberapa sumber air PDAM.

"Ini bukan kemauan kami, ini karena faktor alam, musim kemarau sehingga debit air berkurang," kata Sofyan.

Meski demikian, lanjut Sofyan, PDAM tetap mengupayakan bagaimana masyarakat khususnya di wilayah perkotaan agar tetap mendapatkan pasokan air bersih. (her/ril).