Mengejutkan, Begini Reaksi Kadis Pertanian Bone Soal Kasus Bibit Bantuan

BONEPOS.COM, BONE - Kasus bibit jagung bantuan yang diduga diperjualbelikan di Kabupaten Bone, terus bergulir. Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin, angkat bicara.

Sunardi geram. Pasca mendengar adanya bibit bantuan yang diduga bukan dibagikan ke kelompok tani melainkan dikomersilkan.

"Kalau bermasalah begini saya tidak akan menandatangani pertanggungjawaban bibit sebagai syarat diturunkannya dana pembelian dari pusat," kata Sunardi, Selasa (3/12/2019).

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa keberadaan Gempita atau Gerakan Pemuda Tani yang diberikan program oleh mantan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Gempita diketahui terbagi lagi menjadi tiga dan masing-masing punya CPCL di luar Dinas Pertanian.

“Gempita dalam perjalanan terbagi tiga, mereka buat CPCL di luar kami. Ada aksesnya atas perintah Mentan dan tugasnya mendampingi. Setelah dibagikan ini bibit ada berita acara, ini Bisi kan menang tender, cuma belum ada yang dibayar," jelas Sunardi.

"Mungkin yang harusnya diberi CPCL tidak sampai semua, alasannya diberikan juga petani yang tidak masuk CPCL, jadi dia tidak revisi, tapi kurangi jatahnya,” sambungnya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Satuan Intelkam Polres Bone dan Sat Ekonomi menemukan bantuan bibit jagung di dua tempat sebanyak 142 karung seberat 2,84 Ton diduga diperjual belikan ke petani.

Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Dodie Ramaputra menuturkan, pihaknya telah memeriksa 5 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.

"Sejauh ini kami belum menetapkan tersangka. Kami masih butuh informasi lebih lengkap lagi, dan dari hasil penyelidikan kami di lapangan, memang ditemukan adanya persoalan dalam hal proses penyaluran bibit bantuan jagung ini," tukasnya. (her/ril)