Eceng Gondok dari Tisu Antar Pelajar Athirah ke Kampung Lee Min-ho

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pelajar SMA Islam Athirah 1 Makassar, ukir prestasi. Sekolah binaan Yayasan Hadji Kalla berkibar di kancah nasional.

Tiga pelajar Athirah menyabet gelar juara 2 tingkat nasional dalam ajang National Science Innovation Expo 2019, belum lama ini.

Ketiganya adalah Nurnabilla Syfadewi Attaya, Nawwarah Liyana Zafita Aminanti, dan St. Rahma Rahim. Mereka kini duduk di kelas XI MIPA 1.

Dengan raihan prestasi tersebut, mengantarkan ketiganya ke Kampung Lee Min-ho, Korea Selatan tahun 2020.

Dalam kompetisi yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sains Fisika UIN Sunan Gunung Djati di Bandung itu, tim SMA Islam Athirah 1 Makassar mempresentasikan karya ilmiah inovatif bidang ilmu hayati, yakni “mengubah eceng gondok menjadi tisu.”

Ide itu muncul atas dasar kepedulian pelajar Athirah terhadap lingkungan. Dari hasil penelitiannya, mereka menemukan bahwa eceng gondok tumbuh lebih cepat serta memiliki serat lebih tinggi dibanding pohon yang selama ini menjadi bahan dasar membuat tisu.

“Masyarakat kurang menyadari bahwa bahan dasar tisu adalah pohon yang ditebang secara terus menerus. Jadi kami menggunakan eceng gondok tanpa harus menunggu pohon hingga bertahun-tahun,” urai Liyana, Jumat (6/12/2019).

“Selain karena seratnya, perkembangan eceng gondok juga sangat cepat. Sepuluh tangkai eceng gondok dalam delapan bulan bisa menghasilkan 600 ribu eceng gondok," sela Nabilla menambahkan.

Prestasi itu kemudian membuat ketiganya banjir pujian. Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar, memberi selamat dan mengapresiasi siswanya yang telah mengharumkan nama sekolah pada kancah nasional.

“Terima kasih atas kerja kerasnya, terima kasih kepada guru pembimbing dan pendamping, ini tidak mudah ya karena membutuhkan riset, butuh kesabaran, butuh ketelitian” ucap Tawakkal.

Pujian juga dilontarkan Kepala Departeman Hubungan Masyarakat Sekolah Islam Athirah, Muthmainnah, Bunda Iin--sapaan Muthmainnah.

“Selamat untuk semuanya ya, khususnya kepada guru yang telah mengawal anak-anak kita dari persiapan hingga selesainya lomba.” tutur Bunda Iin.

“Prestasi ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan, kalau saat ini kita masih juara 2 mudah-mudahan pada event-event berikutnya kita bisa meraih juara 1,” tambahnya. (ril)