Polisi ‘Peras Keringat’ Tentukan Status Pelaku Diduga Jual Bibit Bantuan

Personel Sat Intelkam Polres Bone mengungkap kasus jual beli bantuan pertanian berupa benih jagung hibrida di Kabupaten Bone, Minggu (1/12/2019) petang

BONEPOS.COM, BONE - Polres Bone terus mendalami kasus bibit jagung bantuan diduga diperjualbelikan ke petani. Polisi 'peras keringat'.

Pasalnya sejak diamankannya bibit jagung bantuan sebanyak 2,84 ton pada 1 Desember lalu, hingga saat ini belum menetapkan satupun tersangka pada kasus ini.

Kapolres Bone AKBP I Made Ary Pradana yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Bone Iptu Mohamad Pahrun menjelaskan, pihaknya masih memeriksa beberapa saksi-saksi.

”Kita sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk dari Kementerian dan Dinas Pertanian,” kata Pahrun melalui telepon, Sabtu (7/12/2019).

Lanjut kata dia, selanjutnya akan dimintai keterangan kembali untuk mengetahui ada atau tidaknya pidana dalam kasus tersebut, karena keterangan sementara dari para saksi, bantuan bibit jagung tersebut diamankan untuk dibagikan ke petani.

Meski demikian ada pengakuan yang mencengangkan dari salah seorang warga Kelurahan Macanang AR yang merupakan calon pembeli bibit bantuan tersebut.

Saat ditemui AR bilang, dirinya sempat mau membeli bantuan tersebut karena ada salah satu keluarganya yang sudah membeli bibit jagung dengan harga murah hanya Rp30 ribu per kilogram tapi dirinya belum tahu kalau ternyata bibit tersebut merupakan bantuan pemerintah.

"Awalnya om saya pesan bibit 1 ton melalui ABL, tapi waktu itu bibit ini belum datang sementara ditunggu,kemudian setelah itu datanglah bantuan ini menggunakan mobil truk yang diduga milik SR sebanyak 4 ton," kata AR.

Lanjut kata dia, bantuan tersebut diambil dari gudang milik SR di Desa Matuju dan diduga menurut informasi di gudang tersebut masih ada tersisa kurang lebih 10 ton.

"Jadi awalnya bantuan ini dibawa ke Jalan Benteng menggunakan mobil truknya SR, nah disitulah om saya mengambilnya kemudian dibawa ke Bengo, nah setelah itu barulah terjadi penggerebekan mungkin sisanya itulah yang diamankan polisi," tambahnya

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait, tetapi menurut informasi ABL memang berniat mengklarifikasi terkait kasus ini hanya saja dia masih berada di Makassar. (her/ril)