Pernikahan Anak di Bawah Umur Tinggi di Bone, Kemenag: Itu Kewenangan Pengadilan Agama

BONEPOS.COM, BONE - Angka pernikahan di Bumi Arung Palakka, terbilang tinggi. Mulai Januari hingga November 2019 tercatat ada 7.871 pernikahan di Kabupaten Bone.

Hal itu berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Bone. Dari data yang dikumpulkan, bulan yang paling banyak pernikahan di Bone berada di Januari 2019 yang mencapai angka 1.240 pernikahan dan disusul Oktober sebanyak 1.036 pernikahan.

Kepala Kemenag Bone Wahyuddin Hakim yang ditemui di ruangannya menuturkan, jika dibandingkan angka pernikahan di Bone dari tahun 2018 dan 2019 bedanya tidak seberapa besar. Ada penurunan.

"Data ril kami selama Januari hingga November 2019 sebanyak 7.871, sementara Desember belum masuk. Kalau 2018 lalu itu sebanyak 8.249, jadi kalau pun ada lebihnya itu signifikan," ujar Wahyuddin.

Sementara untuk tahun 2016 pernikahan mencapai 7.179, sedangkan 2017 menurun menjadi 6.446, 2018 baru meningkat lagi mencapai 8.249 pernikahan.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Bonepos.com bahwa jumlah pernikahan anak di bawah umur khususnya di bawah 16 tahun di Kabupaten Bone sebanyak 381 orang khusus perempuan.

Menanggapi hal tersebut, Wahyudin bilang, yang lebih tahu persoalan itu adalah Pengadilan Agama. Karena di institusinya apabila ada pernikahan di bawah umur itu tidak dapat terinput di aplikasi, kecuali ada kompensasi dari Pengadilan Agama.

"Jadi ketika ada yang ingin menikah di bawah 19 tahun, itu ada prosesnya penolakan di KUA saat dia mendaftar sesuai prosedur. Karena batas umur yang tidak memenuhi, kemudian pemohon bisa mengajukan kompesasi di Pengadilan Agama, ketika rekomendasinya ada barulah boleh diinput di aplikasi," tambahnya

Lanjut kata dia, mengajukan kompensasi di Pengadilan Agama juga pasti ada prosedurnya juga, tidak serta merta langsung diterima, kecuali misalnya ketika ada alasan-alasan tersendiri dan itu sudah dipertimbangkan oleh pengadilan. (her/ril)