8 Fakta-fakta Kasus Bibit Jagung Disetop Polres Bone

BONEPOS.COM.BONE - Jajaran Sat Reskrim Polres Bone resmi menghentikan penyelidikan terhadap kasus dugaan bibit jagung bantuan pemerintah yang diperjualbelikan.

Hal itu terkuak pada konferensi pers yang dihadiri Kanit Ekonomi Reskrim Polres Bone, Ipda Dodie Ramaputra, didampingi Kadis Pertanian Bone Sunardi Nurdin dan Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

Gelaran ini dilaksankan di Aula Mapolres Bone, Senin (23/12/2019). Berikut fakta-fakta dihentikannya proses penyelidikan;

1. Penyidik kepolisian telah melakukan upaya maksimal dengan memeriksa tidak kurang dari 21 orang.

2. Informasi-informasi sekecil apapun, penyidik terus telusuri untuk mencari dan menemukan alat bukti.

3. Pihak Kementerian Pertanian RI turut dimintai keterangan, dan menyatakan bahwa perbuatan tersebut memang melanggar SOP atau tidak sesuai petunjuk pelaksanaan kegiatan perbenihan tanaman pangan.

4. Kadis Pertanian Bone menyampaikan bahwa perbuatan oknum tersebut menghambat program pemerintah sehingga akan dilakukan evaluasi khususnya terhadap Organisasi Pemuda Tani.

5. Seluruh upaya-upaya penyelidikan dan pengambilan keterangan yang dilakukan penyidik menyimpulkan memang ada kesalahan dalam proses penyaluran, namun bukan merupakan tindak pidana.

6. Salah satu unsur Delik dalam Pasal 110 UU RI No.7 Tahun 2014 adalah terjadinya jual beli (memperdagangkan), namun dalam peristiwa ini belum/tidak terjadi jual beli atas benih bantuan pemerintah tersebut.

7. Kesimpulan ini merupakan salah satu wujud memberi Kepastian Hukum terhadap penanganan perkara. Dalam hal ini Penyidik tidak bisa memaksakan suatu perkara apabila tidak didukung oleh minimal 2 alat bukti. Dimana seseorang tidak dapat dipidana jika tidak dinyatakan jelas dalam hukum pidana (asas legalitas).

8. Apabila dikemudian hari penyelidik menemukan fakta atau bukti baru (novum), maka penyelidikannya dapat dibuka kembali melalui mekanisme gelar perkara dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Lanjutan. (her/ril)