Kualitas Produk Lokal Sinjai Siap ‘Ekspor’, Bupati Beberkan Kendalanya

BONEPOS.COM, SINJAI - Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa menerima kunjungan Tim OK OCE. Kegiatan ini dalam rangka program Gerakan Sosial Untuk Penciptaan Lapangan Kerja melalui kewirausahaan Kabupaten Sinjai di Ruang Kerja Bupati, Kantor Bupati Tanassang, Senin (23/12/2019).

Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Sinjai menggelar pertemuan dengan Tim OK OCE yaitu, Sekretaris Jenderal PGO OK OCE, Herie Marjanto, Direktur Kerjasama Antar Lembaga, Sahmullah Rivki, Direktur Kerjasama Kewilayahan, Andi Tenri Ajeng.

Pada pertemuan tersebut, Seto didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Akbar dan dihadiri oleh Para Asisten Setdakab, Para Kepala OPD, Para Kabag Setdakab, serta para pelaku kewirausahaan.

Seto mengapresiasi Pemkab Sinjai terhadap antusiasme Tim OK OCE Indonesia mengunjungi dan mengenal jenis wirausaha di Kabupaten Sinjai.

Tim OK OCE menjelaskan, giat kampanye program ini adalah gerakan dalam mencari solusi terhadap hambatan bagi para pelaku kewirausahaan. Hal ini sesuai dengan Tim OK OCE yang berperan dalam kewirausahaan penggerak lapangan kerja.

OK OCE adalah gerakan sosial yang merupakan singkatan dari One Kecamatan, One Central, One Entrepreunerships, yang memiliki arti bahwa Satu Kecamatan bisa memiliki Satu Pusat Kewirausahaan yang digeluti oleh masyarakat setempat.

Sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah setempat mengenai izin dan kebijakan yang ada di setiap daerah diharapkan bisa memberikan efek positif.

Dalam pertemuan ini, Seto menjelaskan mengenai gambaran potensi dan kondisi Kabupaten Sinjai.

Kata Seto, Kabupaten Sinjai sangat kaya sumber daya alam dan hasil bumi. Banyaknya masyarakat Sinjai yang handal melakukan giat kewirausahaan sehingga mampu menghasilkan produk-produk lokal dalam berbagai jenis.

“Kegiatan wirausaha ini sudah digeluti oleh banyak masyarakat Sinjai. Produk yang dihasilkan pun berbagai macam, mulai dari bahan mentah berupa rumput laut, daging sapi, ikan, maupun produk siap saji seperti kopi, abon, kripik buah dan sebagainya. Yang menjadi masalah dalam hal ini adalah dari segi penjualan. Produk-produk Sinjai agak sulit dipasarkan di kota-kota besar karena terkendala akses wilayah dan distribusi,” papar Seto.

Bupati Sinjai menilai, produk lokal Sinjai yang beredar di masyarakat pada kota besar kurang dikenal karena terhalang penyaluran. Hal ini karena letak wilayah Kabupaten Sinjai yang jauh dari pusat kota dan dikelilingi dataran tinggi dan pegunungan.

Untuk itu, Bupati Sinjai meminta bagaimana solusi terbaik agar para pelaku kewirausahaan Sinjai dapat memasarkan produk lokal secara legal dan diakui. Sehingga berdampak bagi peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sinjai. (ril)