Terbongkar Guru Cabul di Bone, Empat Kali Cumbui Siswi di Sekolah

BONEPOS.COM - HERMAN Musnoyus, Oknum guru di Bone yang tega mencabuli muridnya hingga empat kali di sekolah.

BONEPOS.COM, BONE - Dunia pendidikan di Kabupaten Bone kembali tercoreng. Setelah salah satu oknum guru honorer yang diketahui telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap salah seorang siswinya sendiri.

Oknum guru tersebut diketahui bernama Musnoyus. Dia merupakan Wali Kelas VI disalah satu SD satu atap (Satap) di Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Sementara korbannya diketahui berinisial LV (13) yang merupakan siswi SMP kelas IX.

Perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ini terbongkar setelah tepergok oleh warga telah melakukan aksinya di perpustakaan sekolah. Tempat Musnoyus mengajar, Rabu (25/12/2019) malam.

Warga yang memang mulai curiga dengan gerak gerik pelaku ini akhirnya membuntuti pelaku hingga ke sekolah tersebut. Namun warga baru berani menampakkan dirinya setelah pelaku menggauli muridnya ini. Warga pun langsung melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Palakka.

Musnoyus saat ditemui Bonepos.com di Kantor Polsek Palakka mengakui perbuatannya. Bahkan ini bukan yang pertama kalinya.

"Ini sudah yang ke empat kalinya Pak, dan ini atas dasar suka sama suka. Saya melakukan ini dari September 1 kali, Oktober 1 kali, November 1 kali dan terakhir tadi malam (Kamis malam)," katanya.

Lanjut dia mengatakan, korban ini sebelumnya pernah diajar waktu kelas 6 SD. Semenjak lulus SD dia kembali komunikasi sejak kelas 3 SMP.

"Saya tidak pernah menjanjikan apapun sama dia. Ini murni suka sama suka bahkan dia pernah mengajak saya untuk ketemu orang tuanya di Kalimantan," tambahnya.

Bahkan saat diwawancarai, Musnoyus mengaku bahwa dirinya sudah memiliki keluarga. Seorang istri dan 3 orang anak. Saat ini, dia hanya bisa pasrah mendekam di sel tahanan Polsek Palakka.

Kapolsek Palakka Iptu Djamaludin bilang, pihaknya sudah melakukan penyelidikan leih dalam terhadap pelaku dan sejumlah saksi.

Katanya, beruntung saja warga setempat tidak menghakimi pelaku di TKP.

"Awalnya warga memang curiga karena beberapa kali melihat ada aktivitas di sekolah di luar jam sekolah. Makanya dibuntuti oleh warga," ujar Mantan Kanit Tipidter Polres Bone ini.

Dari pengakuan pelaku, sebut Djamaluddin, sudah melakukan aksinya beberapa kali. Masih di lingkup sekolah, 1 kali di ruang kelas dan 3 kali di perpustakaan sekolah.

"Pelaku terancam pidana 15 tahun penjara," tegasnya. (her/ril)