Anggaran Berkurang, Jumlah Penyuluh Agama Non PNS Dipangkas

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel membuka Rekrutmen Penyuluh Agama Buddha Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2020.

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pembinaan umat Buddha di Provinsi Sulsel.

Ujian seleksi tes tertulis rekrutmen Penyuluh Agama Buddha Non PNS Tahun 2020, berupa tes wawasan kebangsaan dan tes pengetahuan agama. Gelaran ini diadakan di Vihara Cakrawala Dharma Indonesia, Makassar, Jumat (27/12/2019).

Ujian seleksi tes tertulis
dipimpin langsung Pembimas Buddha Sulsel Pandhit Amanvijaya. Ada 19 peserta yang lolos seleksi berkas dari Makassar, Pinrang, Bone, Palopo dan Parepare. Mereka akan bersaing untuk mengisi kuota 16 orang Penyuluh Agama Buddha Non PNS Tahun 2020.

Pembimas Buddha Sulsel berharap, agar Penyuluh Agama Buddha Non PNS hasil rekrutmen ini dapat bekerja dan mengabdi lebih profesional dengan menambah jangkauan wilayah binaan yang lebih luas.

Tidak saja di lingkungan vihara, namun juga seperti lembaga permasyarakatan (lapas), panti werdha, panti asuhan, dan wilayah lainnya serta melalui media, baik media cetak maupun media elektronik.

Usai ujian seleksi tes tertulis, terbentuk Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulsel Tahun 2020 dan terpilih pengurus, yaitu : Bumi Horas (Ketua), Miguel Dharmadjie (Sekretaris), dan Kennedy Siswanto (Bendahara).

Kuota jumlah penyuluh mengalami penurunan dari 30 orang (Tahun 2017-2019) menjadi 16 orang (Tahun 2020) diakibatkan penurunan anggaran.

Penurunan anggaran tidak hanya terjadi pada Bimas Buddha, tetapi juga pada Bimas lainnya.

Penurunan anggaran ini diakibatkan alokasi anggaran di bidang urusan agama semakin kecil dibandingkan dengan alokasi anggaran bidang pendidikan. (rls/ril)