Aksi Iwapi Bone Ungkap Kendala Pelaku UMKM, Apa Saja Ya

BONEPOS.COM, BONE - Ada beberapa kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Hal ini terungkap pada Sharing Business DPC Iwapi Bone bersama pelaku UMKM dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bone.

Gelaran ini dilangsungkan di Lantai 2 Surya Indah, Jalan Sukawati, Bone, Minggu (29/12/2019).

Ketua DPC Iwapi Bone Farida Hanafing mengemukakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para pelaku bisa saling memotivasi dalam membangun bisnisnya hingga besar.

Pada kegiatan ini, peserta berbagi cerita. Khususnya perjalanan membangun bisnis usaha. Awal mula berusaha hingga pencapaiannya saat ini.

Salah satunya, Deshi yang sehari-hari membuat kacang langkoseng. Deshi mengatakan, usahanya dimulai dari sangat keci. Hingga saat ini bisa memproduksi kacang. Peningkatannya lumayan.

Hanya saja, proses pekerjaan sebagian besar masih dikerjakan oleh pelaku usaha. Terutama dalam hal penggorengan.

Ada lagi Agus. Dia memulai usaha pembuatan bawang goreng pada April dengan modal 1 Kg bawang seharga Rp15 ribu per Kg.

Kini, di Desember sudah sampai 10 karung bawang mentah yang diproses menjadi bawang goreng. Tidak hanya itu, juga mempekerjakan 7 orang karyawan.

Dan masih banyak lagi sharing dari pelaku bisnis mulai dari produsen, pemasok, MLM hingga pedagang campuran.

Beberapa hal yang menjadi kendala dari para pelaku UMKM tersebut adalah, owner masih melakukan kegiatan bisnisnya dari A hingga Z.

Lalu, ada juga kepercayaan kepada keluarga lainnya yang turut kerja atau karyawannya masih minim.

Kemudian tidak melakukan pencatatan kegiatan, rencana kerja, SOP, dan juga keuangan, belum melakukan pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta sulit move on dari zona nyaman untuk skala yang lebih besar.

"Kami memintanya untuk mencatat business plan 2020 mereka sebagai dasar dalam menentukan planning, strategi, dan semoga bisa sukses," tandasnya. (ril)