Janjikan Dinikahi, Siswi SMP di Bone Rela Tidur Bareng Guru

BONEPOS.COM, BONE - Kasihan, LV (13). Siswi SMP kelas 3 di Kabupaten Bone itu, mendapatkan perlakuan tak senonoh.

Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone mendampingi kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga dicabuli. oknum guru. Korbannya LV.

Pelaku diketahui berinisial bernama Musnoyus (41) tahun. Dia adalah mantan guru korban waktu SD yang saat ini tercatat sebagai tenaga pengajar di Sekolah Satu Atap (Satap) tempat korban sekolah.

Divisi Hukum LPPA Bone, Martina Majid, yang ditemui di Mapolsek Palakka mengatakan, pelaku tidak hanya sekali mencabuli korban.

"Dari pengakuan pelaku, dia sudah meniduri korban ini sebanyak 4 kali, dan itu dilakukan di perpustakaan dan ruang kelas," ucap Martina.

Lanjut kata dia, sementara dari pengakuan korban, LV bilang, dia diiming-imingi untuk dinikahi sehingga korban tak menolak untuk diajak berhubungan dan mengaku sering diberi uang.

"harapan saya pelaku ini dijerat hukuman yang maksimal. Sesuai undang-undang berlaku. Apalagi dia ini seorang tenaga pendidik yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada anak-anak," tegasnya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada pihak-pihak sekolah atau orang tua siswa agar lebih mawas diri dan sensitif melihat ketika ada gerak-gerik yang diduga menyimpang dari perilaku anak.

Sementara itu, Musnoyus saat diwawancarai di ruang Kapolsek Palakka membantah kalau dirinya mengiming-imingi korban dengan mengajaknya menikah. Justru itu dilakukan dengan dasar suka sama suka.

"Saya tidak pernah mengajaknya menikah, ini atas suka sama suka. Bahkan dia selalu meminta untuk ketemu dengan saya, dan saya memang sering membelikan dia pulsa," dalihnya

Meski begitu, hukum tetap harus ia jalani untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apalagi korban diketahui merupakan anak di bawah umur.

Sedangkan pelaku meru seorang tenaga pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak didikannya bukan malah sebaliknya. (her/ril)