Banjir Jakarta Semakin Parah, Kakek 90 Tahun Dievakuasi

BONEPOS.COM - Banjir menyapa Ibu Kota Jakarta dan sejumlah wilayah di Tanah Air di awal tahun baru 2020 ini. Sejumlah kawasan di Jabodetabek terpantau terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak sore 31 Desember 2019 hingga Pagi 1 Januari 2020.

BMKG memprediksi hujan lebat masih akan terjadi dari pagi hingga malam hari di wilayah Jabodetabek, untuk itu warga dihimbau untuk tetap siaga.

Sejumlah petugas BPBD Kota Bekasi mengevakuasi lansia dan balita yang sudah berjam-jam terjebak dalam banjir di kawasan Kompleks IKIP Dosen, Bekasi, Rabu (1/1).

Salah satu yang dievakuasi ialah kakek Sihite yang sudah berusia 90 tahun. Tubuh kakek Sihite terlihat basah kuyup, tubuhnya menggigil. Petugas membantu kakek yang lemas dan kecapaian itu.

Kakek Sihite mengungkapkan hujan deras membuat rumahnya terendam banjir hampir 2 meter. Dia menuturkan, air mulai masuk rumah sekitar pukul 02.00 dini hari.

"Pagi hari air sudah tinggi," ujarnya sambil melahap nasi bungkus.

Dia masih merasa beruntung, di samping rumahnya terdapat tanah lapang yang tingginya 4 meter dari jalan. Dia pun bisa menyelamatkan diri dari banjir.

"Tapi gak bisa makan dan minum selama 15 jam-an" terangnya.

Anggota Babinsa TNI Ad Suharto mengatakan banyak warga yang bertahan dalam kompleks meski sudah terkepung. "Komplek ini mang sering banjir ya mereka pikir ini sama aja jadi gak mau dievakuasi, tahu-tahu air terus naik baru mereka sadar," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kota Bekasi  Diky Sapta Aji belum mengetahui secara pasti berapa jumlah warga yang bertahan hingga saat ini.

Diky mengaku banjir kali ini merupakan banjir paling parah sejak 2016 . Menurutnya saat ini banjir di beberapa wilayah Bekasi mencapai 2 meter.

"70 persen Kota Bekasi terendam, sementara itu petugas dan perahu karet dari BPBD juga terbatas meski sudah ada bantuan dari pusat tapi belum mampu mengevakuasi semua warga," paparnya.