Iran dan Amerika Serikat Memanas, Akankah Picu Perang Dunia ke III?

BONEPOS.COM - Situasi Timur tengah, Iran dan Amerika Serikat sedang bersitegang karena kematian Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Soleimani ditenggarai tewas karena diserang rudal AS, saat berada di Baghdad, Irak. Kematiannya membuat negara Syiah itu geram.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran membumihanguskan 52 situs penting bagi negara itu dan budayanya. Ancaman dikeluarkan jika Iran benar membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani.

Trump melalui media sosial Twitter menyatakan soal ancamannya itu dengan memberikan tekanan pada serangan yang cepat dan sangat keras. Sedang 52 sasaran menyamai jumlah warga Amerika yang ditawan Iran setelah Kedutaan AS di Teheran diserang pada November 1979.

"Kami telah menarget 52 tempat di Iran. Jika Iran menyerang Amerika, atau aset Amerika, Iran sendiri akan diterjang dengan sangat cepat dan sangat keras," kata Trump seperti dilansir dari CNN.

Sebelumnya, Jenderal Qasem Soleimani tewas pada Jumat (3/1/2020) dini hari waktu setempat di Bandara Internasional Baghdad, Irak karena serangan Amerika Serikat. Dikutip dari Tribunnews.com, pemerintah Iran mengeluarkan siaran resmi, menawarkan hadiah 80 juta dolar Amerika (Rp1,1 triliun) untuk kepala Donald Trump. Pengumuman yang mengerikan itu disampaikan dalam siaran langsung sebuah televisi, ketika jutaan orang Iran turun ke jalan untuk menghadiri pemakaman Soleimani.

Konflik AS-Iran ini kembali mencuat setelah lama mengalami pasang-surut. Sebelumnya, AS-Iran sempat berada di ambang peperangan lantaran pesawat pengintai nirawak Global Hawk milik AS ditembak jatuh di selat Hormuz yang memisahkan daratan Iran dan jazirah Arab pada 20 Juni 2019.

Atas insiden itu, kedua belah pihak pun terlibat percekcokan dan saling menyalahkan. AS mengklaim aksi penembakan tersebut tak beralasan sebab posisi pesawat masih berada di zona internasional. Sedangkan, Iran menyebut Global Hawk sudah masuk ke wilayah Iran dan sah untuk dijatuhkan.

Dengan begitu, insiden teranyar yang turut menewaskan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran, Qassem dapat dibaca sebagai kelanjutan konflik AS-Iran sebelumnya. Menariknya, peristiwa ini banyak mendapat tanggapan masyarakat dunia, di mana sebagian besar menghubungkan fenomena tersebut sebagai penanda Perang Dunia III (PD III).