Kasihan, TKI Asal Bone Hilang di Arab Saudi

BONEPOS.COM, BONE - IRT asal Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Bua mendatangi Kantor DPRD Bone, Selasa (7/1/2020). Dia menyampaikan aspirasi terkait anaknya yang menjadi TKI diduga ditahan majikannya di Arab Saudi.

Putri dari IRT tersebut diketahui bernama Haslindah (32). Haslindah berangkat ke Riyadh, Arab Saudi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sejak 10 tahun lalu.

Kerabat Haslindah, Wawan yang dihubungi Bonepos.com melalui sambungan telepon bercerita, saudara sepupunya tersebut berangkat ke Arab Saudi sejak tahun 2010 lalu.

Sebelumnya, Haslindah sempat sering berkomunikasi. Namun beberapa tahun terakhir, sudah tidak lagi. Hilang kontak.

"Tahun pertama dan kedua kami masih sering berkomunikasi dengan dia melalui majikannya. Namun semenjak 3 tahun ini kami tidak pernah berkomunikasi lagi," ujar Wawan, Kamis (9/1/2020).

Lanjutnya, Wawan bersama ibu Haslindah sering kali menghubungi nomor telepon majikannya. Sayangnya, majikan buah hatinya selalu mengatakan bila Haslindah tidak ada dan bahkan enggan mau menjelaskan keberadaan Haslindah.

"Kami sering telepon majikannya, tapi dia selalu bilang tidak ada. Bahkan dia tidak mau berbicara lama dengan kami kalau ditelepon," tambahnya.

Karena merasa khawatir dengan keadaaan Haslindah, orang tua Haslindah pun mendatangi DPRD Bone untuk menyampaikan aspirasinya berharap agar pihak pemerintah dapat membantunya untuk memulangkan anaknya.

Ketua Komisi III DPRD Bone Andi Suaedi yang menerima aspirasi tersebut saat dihubungi mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketenagakerjaan untuk berkomunikasi dengan kedutaan Indonesia yang berada di Arab Saudi agar bisa dikembalikan.

"Kita akan berupaya bagaimana berkomunikasi dengan kedutaan Indonesia di sana untuk bisa dikembalikan ini anak. Apalagi semua dokumen lengkap serta nomor telepon majikannya, karena ini resmi. Kemungkinan anak ini ditahan begitupun dengan gajinya," ujar Suaedi.

Hal serupa juga pernah dia tangani sebelumnya dan berhasil memulangkan TKI ke kampunya. Untuk itu, pihaknya kembali akan melakukan yang terbaik agar TKI tersebut bisa kembali.

"Anaknya ini masih gadis. Walaupun misalnya Haslindah ini sudah berkeluarga disana, pihak keluarga disini tidak akan mempermasalahkan hal itu yang jelas dia kembali," tegasnya. (her/ril)