Sekilas Info

Delapan Hari, Kesaksian Warga Bone Terombang-ambing di Tengah Laut

BONEPOS.COM, SINJAI - KLM Alma Jaya yang dinakhodai Mappiasse, warga Desa Malimongeng, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone ditemukan tenggelam di perairan Batu Atas, sekitar 60 Mil dari Pulau Selayar, Rabu (8/1/2020).

Dalam kejadian tersebut, enam orang yang berada dalam kapal tersebut, yakni Mappiasse (Nakhoda kapal), Alfian Efendy, Roy Tirayo, Rahmat Hidayat, Fausan, dan Imam.

Dari enam orang tersebut, tiga korban lainnya yang ditemukan selamat, yakni Alfian Efendy, Roy Tirayo, dan Rahmat Hidayat. Sedangkan tiga orang lainnya, Mappiasse diketahui meninggal dunia dan dua orang lainnya yakni Fausan dan Imam belum ditemukan.

Ketiga korban yang selamat pertama kali ditemukan oleh sebuah kapal KMN Dermaga star 04 yang dinakhodai Muh. Akbar (30) warga Jalan Kepiting, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Alfian, korban selamat menceritakan kisah pilu yang dirasakan saat detik-detik kapal yang ditumpanginya tenggelam.

Dalam kejadian tersebut diketahui ada tiga korban yang selamat yakni, Alfian Efendi, Boy Tirayo, dan Rahmat Hidayat.

Alfian Efendi, salah satu korban selamat saat ditemui menceritakan bahwa, dia berangkat pada Rabu, 25 Desember 2019 sekira pukul 02.00 Wita dini hari. Tujuannya, Flores, NTT, memuat beras, dan pulangnya pada Rabu, 1 Januari 2020, sedangkan kejadiannya pada Jumat, 3 Januari 2020 sekira pukul 04.00 Wita, dini hari.

"Kejadiannya bermula ketika ombak besar menghantam kapal sehingga mesin pompa kapal tidak berfungsi sehingga kapal tenggelam. Saya enam orang di atas kapal, termasuk bapak dan kakak saya. Tiga orang yang selamat, termasuk saya dan kakak saya dan temannya saya, Rahmat Hidayat," kata Alfian.

"Sedangkankan bapak saya Mappiasse meninggal dunia karena kelelahan dan dua teman saya yang lain, Fausan dan Imam belum diketahui nasibnya karena saat itu mereka berenang ke pulau untuk menyelamatkan diri dan belum ditemukan," sambungnya.

Sementara itu, menurut pengakuan korban selamat lainnya, Roy Tirayo mengungkapkan, dia terombang ambing di laut lepas selama delapan hari delapan malam, tanpa makan dan minum.

"Kami bertahan hidup selama delapan hari delapan malam di tengah laut. Kami hanya menunggu hujan turun baru kita minum. Tanpa makan," ceritanya.

"Salah satu teman saya itu yang belum ditemukan telapak kakinya dimakan ikan. Sedangkan saya dan dua teman saya juga mengalami luka dipatok ikan tetapi tidak terlalu parah," pungkasnya. (air/ril)