Waduh, Kantor Cabang BRI di Bone Terancam Ditutup Paksa

BONEPOS.COM.BONE - Sejumlah warga mendatangi Kantor Cabang BRI Watampone, Rabu (15/1/2020). Mereka menyampaikan aspirasi terkait adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan pihak BRI kepada Debitor/Nasabah BRI itu sendiri.

Kepada awak media, Nasabah BRI, Djasdar mengatakan, pihak BRI telah melakukan tindakan persekusi tanpa sepengetahuan pengadilan.

Selain itu, kata Djasdar, pihak manajemen BRI Cabang Bone ini telah melakukan pembongkaran dan pengerusakan ruko miliknya dan telah melakukan lelang dan hasil lelang tersebut tidak disampaikan secara transparansi kepada Djasdar.

"Proses lelangnya saja sudah jelas salah, karena peserta lelang hanya satu, yang namanya lelang kan harus lebih dari 1 orang, kemudian yang kedua hasil dari lelang tersebut tidak transparansi ke pihak nasabah bahkan tidak menyerahkan sisa hasil lelang tersebut kepada kami," ujar Djasdar.

Hal tesebut, ucap Djasdar, pihak BRI Cabang Bone telah melanggar Undang-undang perbankan yakni pasal 49 UU nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan UU nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan.

Tidak hanya itu, Djasdar juga sangat menyayangkan pihak penegak hukum dalam hal ini penyidik Polres Bone atas laporan yang sebelumnya dilayangkan.

"Kasus ini, kami sebenarnya sudah laporkan ke polisi beberapa waktu lalu, dan saat itu polisi sudah gelar perkara dan ditemukan adanya tindak pidana yang dilakukan pihak BRI namun sampai sekarang penyidikannya dihentikan," geramnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Watampone belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini karena menurut salah seorang karyawannya dia sedang tidak berada di tempat. Rencananya, Kepala Cabang BRI akan menemui para pendemo pukul 16.00 Wita.

Para pendemo pun menuntut keras apabila sebentar dirinya tidak diterima oleh Kepala Cabang BRI maka pihaknya mengancam akan menutup BRI Cabang Bone. (her/ril)