Warga di Bone Diparangi Usai Pulang Salat Subuh

Ilustrasi

BONEPOS.COM, BONE - Warga di Dusun Atakka, Desa Melle, Kecamatan Palakka Kabupaten Bone, heboh, Kamis (16/1/2020). Setelah terjadi insiden pemarangan dilakukan warga yang diduga mengalami penyakit gangguan jiwa.

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut diketahui bernama Ambo Tang (55). Korbannya diketahui Haji Samsuddin yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Salah seorang warga yang ditemui di sekitar TKP, MR menceritakan, kronologis kejadiannya terjadi sekitar pukul 05.30 Wita. Pada saat itu, Haji Samsuddin baru saja pulang dari salat subuh di masjid.

Di tengah perjalanan menuju rumahnya, muncul Ambo Tang dengan membawa sebilah parang panjang keluar dari rumah dan langsung mencegat Haji Samsuddin.

"Saat itu Haji Samsuddin langsung diparangi oleh Ambo Tang dan sempat terjadi kejar-kejaran. Setelah terkena sabetan parang Haji Samsuddin berteriak minta tolong, kemudian menantunya keluar mencoba untuk melerai mereka," kata MR saat ditemui di lokasi kejadian.

Menantu Haji Samsuddin yang diketahui bernama Dedi melihat mertuanya terluka, sehingga langsung mendekati dan mencoba menenangkan Ambo Tang.

Usaha tersebut sia-sia. Ambo Tang tetap saja memberontak sehingga terjadi saling parangi sehingga Ambo Tang terluka pada bagian lengan dan seketika meninggal di tempat. Sementara Dedi juga mengalami sejumlah luka akibat sabetan parang.

"Ambo Tang memang diketahui mengalami gangguan kejiwaan sudah lama. Namun dia kadang normal kembali, baru beberapa hari ini dia kambuh lagi," tambahnya.

Sesaat setelah terjadinya insiden tersebut Dedi dan mertuanya langsung dilarikan ke RSUD Tenriawaru Bone untuk mendapat perawatan dan saat ini masih kritis.

Kapolsek Palakka Iptu Djamaluddin yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, orang yang meninggal ini mengalami gangguan jiwa.

"Pelaku dan korban ini bertetangga, dan yang meninggal ini Ambo Tang. Dia memang mengalami gangguan kejiwaan sudah lama," ucap Djamal.

Hingga saat ini korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga, sementara Dedi dan Haji Samsuddin masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (her/ril)