Daging ‘Babi’ Ini Halal Dikonsumsi? – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Daging ‘Babi’ Ini Halal Dikonsumsi?

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Kemajuan teknologi telah membuat segala sesuatu yang tadinya mustahil menjadi mungkin dan bisa terjadi.

Tetapi apa jadinya jika perkembangan teknologi itu bertentangan dengan agama?

Contohnya seperti produksi daging ‘babi halal’.

Perusahaan makanan asal California, bernama Impossible Food memproduksi daging ‘babi halal’ yang bisa dikonsumsi.

Bahkan perusahaan memberikan jaminan kandungan daging babi tiruannya itu 100% halal.

Impossible Food mengatakan bahwa daging babi tiruan ini berasal dari bahan nabati berupa heme. Heme adalah protein yang tumbuh dari akar kedelai dan proses pembuatannya melalui laboratorium tanpa campuran gluten dari babi. Selain itu, daging babi tiruan itu juga tidak mengandung hormon atau antibiotik hewani sama sekali.

Dalam racikannya, perusahaan menawarkan sensasi rasa netral gurih yang sama seperti daging babi aslinya. Daging babi tersebut sengaja diracik dengan sertifikasi halal dan dapat digunakan sebagai pengganti daging babi dalam resep apa pun.

Baca Juga  Makan Pisang Tiap Hari Yuk, Ini Lho 10 Manfaatnya

Mungkin bagi Muslim tidak bisa membedakan rasa daging babi asli dengan daging babi tiruan, karena mereka tidak pernah mencicip daging babi sugguhan. Namun, orang-orang yang sudah terbiasa makan daging babi mengatakan bahwa rasa daging babi tiruan dari Imposible Food memang memiliki rasa yang sama seperti aslinya.

Daging Babi Terbuat dari Bahan Nabati, Apakah Halal?Foto: Istimewa

“Sebenarnya produk ini tidak dirancang khusus untuk menargetkan orang yang memiliki keberatan agama untuk makan babi, tetapi ini penting bagi kami, jadi kami pasti akan mencari sertifikasi halal,” tutur Pat Brown, CEO dan pendiri Impossible Foods.

Baca Juga  Peracik Bumbu Indomie Meninggal Dunia, Selamat Jalan Ibu Nunuk

Namun, seorang Imam bernama Mustafa Umar yang berasal dari Anaheim, California justru tetap menentang Impossible Foods mencari sertifikasi halal untuk produk daging babi tiruannya itu. Mustafa juga tidak akan mendorong organisasi Muslim untuk mendukung upaya tersebut.

“Jika orang-orang datang dan bertanya padaku, ‘Bagaimana menurutmu? Haruskah aku mencoba daging babi tiruan Saya akan mengatakan ‘tidak’. Jangan lakukan itu kecuali Anda sudah makan daging babi dan Anda mencoba berhenti,” ujar Mustafa Umar.

Pandangan berbeda disampaikan oleh Rabbi Mordechaoi Lightstone, pendiri sebuah komunitas untuk orang-orang Yahudi di New York. Ia mengatakan bahwa suatu produk aman dikonsumsi jika terbuat dari bahan-bahan yang halal dan bersertifikat halal.

Temukan Kami:
  • Bagikan