Sekilas Info

Kasihan, Nasabah Merasa Dirampok BRI Cabang Bone

BONEPOS.COM, BONE - BRI Cabang Watampone, enggan berkomentar banyak. Pasca didemo salah satu nasabah/debitur.

Hal itu terjadi, lantaran BRI Cabang Watampone dituding sudah merampok aset milik nasabah/debitur. Kok bisa ya?

Djasdar yang merupakan salah satu debitur/nasabah BRI kepada Bonepos.com, Jumat (17/1/2020) mengatakan, dia sudah bertemu dengan Kepala Cabang BRI Watampone.

Djasdar memberikan waktu 1 minggu bagi pihak BRI untuk menyelesaikan semua masalah yang dinilai menyalahi prosedur perbankan.

Salah satu poin yang ditudingkan ke BRI yang merampok aset nasabah yakni, melakukan pelelangan terhadap aset milik Djasdar namun menyalahi aturan.

Dikarenakan peserta lelang hanya 1 peserta dan sisa hasil lelang tersebut diduga digelapkan oleh pihak BRI. Karena belum dikembalikan ke nasabah.

"Selama 6 tahun saya dizalimi oleh Pihak BRI, aset milik saya dijual di bawah harga kredit dan sisa hasil lelang tidak dikembalikan ke saya," ujarnya.

Selain itu pihak BRI juga melakukan tindakan persekusi terhadap aset dua ruko miliknya tanpa sepengatahuan pihak pengadilan negeri.

Hal yang paling disayangkan, kasus ini pernah dilaporkan ke penyidik namun sampai sekarang kasus tersebut dihentikan padahal waktu penyidikan polisi melakukan gelar perkara dan menemukan adanya unsur pidana.

"Saya sudah ketemu dengan Kepala Cabang BRI Pak Dani dan ada 10 poin yang saya minta harus diselesaikan dalam jangka 1 minggu, apabila tidak saya akan turun kembali bahkan kalau perlu menutup BRI," tegasnya.

Sementara Kepala Cabang BRI Watampone Rahardian Umar Dani yang dihubungi melalui WhatsApp belum mau memberikan penjelasan lebih detail. Karena sementara sudah ditangani oleh pihak manajemen BRI.

"Mohon maaf sementara kami laporkan ke manajemen jadi kami belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut," tutur Dani. (her/ril)