Sekilas Info

Menyayat Hati, Kisah Nenek 73 Tahun Seorang Pemulung di Bone Dilaporkan ke Polisi

BONEPOS.COM, BONE - Malang nian nasib seorang nenek di Kabupaten Bone. Namanya, Mulkis Binti H.Abd, Gani.

Nenek berusia 73 tahun tersebut, harusnya menikmati usia senja dengan tenang, malah dihadapkan dengan proses hukum. Miris.

Dalam kehidupan sehari-hari, Mulkis menjalani aktivitas sebagai pemulung. Di usianya kini, Mulkis tetap gigih mencari sesuap nasi.

Mulkis merupakan warga jalan Badak, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dia dilaporkan ke aparat penegak hukum atas kasus pengerusakan yang terjadi sejak Juli 2019 lalu. Oleh saudaranya sendiri yang diketahui bernama Muh. Rapi Bin Abd Gani (53) melaporkan Mulkis ke polisi.

Informasi yang berhasil dihimpun Bonepos.com, anak Mulkis bernama Yulianti mengakui, orang tuanya dilaporkan oleh om-nya sendiri atas kasus dugaan pengerusakan pagar di sebuah lahan yang juga masih milik kakeknya.

Yulianti menceritakan kronologisnya. Pada lahan peninggalan almarhum kakeknya itu, sudah dipagari oleh omnya, Muh. Rapi. Sementara lahan itu semua anaknya masih memiliki hak, termasuk orang tuanya, Mulkis.

"Lahan itu digunakan untuk menyimpan barang rongsokan hasil memulung (Mulkis), terus om saya memagar lahan itu. Sementara mama saya mau masuk mengambil barang rongsokan tersebut jadi terpaksa harus membongkar sedikit pagarnya yang ditutup menggunakan seng," kata Yulianti saat ditemui Bonepos.com, Sabtu (18/1/2020).

Berawal dari persoalan itulah, sang nenek Mulkis harus diprhadapkan proses hukum.

Keesokan hari, setelah pagar tersebut dibongkar, suami Yuliati bersama kakaknya bermaksud untuk memperbaiki pagar yang dibongkar itu. Malah juga ikut dilaporkan.

"Suami dan kakak saya juga sempat bolak-balik di polisi diperiksa. Karena juga diduga membantu merusak pagar tersebut," urainya.

Kasus yang dialami oleh nenek Mulkis ini sudah berproses di penegak hukum, antara Kepolisian dan Kejaksaan sejak 2019 lalu hingga saat ini. (her/ril)