Adi Pergi, Adi Abadi di Hati

Supriadi Ibrahim

BONEPOS.COM, BONE - Namanya Supriadi Ibrahim. Allah SWT memanggilnya, Senin (20/1/2020). Dia pergi selama-lamanya. Tapi dia, abadi di hati karena kebaikannya.

Pria yang karib disapa Adi, mengembuskan napas terakhir di RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone, pukul 09.32 Wita.

Kabar duka tersebut, begitu cepat menyebar. Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya berisi ucapan belasungkawa, menghiasi beranda berbagai macam media sosial atas kepergian lelaki berusia 30 tahun itu.

Sosoknya yang begitu baik hati, menjadikan orang yang mengenalnya, merasa kehilangan.

Terbukti, ratusan pelayat hadir dan melepas Adi ke tempat peristirahatan terakhirnya di pekuburan keluarga di Desa Kampoti, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone. Tidak jauh dari rumah almarhum.

Beberapa hari sebelum pergi untuk selama-lamanya, Adi berjibaku melawan tifus yang dideritanya. Tak ayal, lelaki yang senang terhadap dunia seni tersebut harus keluar masuk rumah sakit.

Semasa hidup, Adi yang berprofesi sebagai wartawan, terbilang malang melintang di dunia pewarta. Tidak hanya bergelut di media cetak, juga aktif di media elektronik.

Dalam menjalankan tugas, Adi merupakan pewarta tangguh. Melaksanakan tugas semaksimal kemampuan dimiliki. Sosoknya juga kritis dan humoris.

Tidak sedikit yang merasa kehilangan Adi untuk selama-lamanya. Tidak hanya di kalangan keluarga dan rekan sejawat, orang nomor satu di Bumi Arung Palakka, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, juga mengakui hal itu.

"Almarhum orang baik," ucap Fahsar yang saat ini tengah melaksanakan ibadah umrah.

Adi memang telah pergi untuk selama-lamanya. Tetapi, semangat berjuang dan semangat bekerja yang ditunjukkan Adi menjadi inspirasi dan pesan positif yang ditinggalkan. (ril)