Tidak Main-main, Bupati Sinjai Warning Kades

BONEPOS.COM, SINJAI - Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa mengingatkan seluruh kepala desa (Kades) untuk menerapkan pengelolaan Dana Desa (DD) secara transparan.

Sebab, Seto pengelolaan DD secara transparan memberikan dampak positif bagi pembangunan. Demikian juga menghindari Kades maupun aparat desa terjerat kasus hukum.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Sinjai saat membuka rapat monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan desa tahun 2020, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Selasa (28/1/2020).

"Saya meminta para pemerintah desa, agar transparan dalam pengelolaan dana desa, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Bila para pemerintah desa dan aparatnya bekerja dan mengelola anggaran sesuai aturan, maka tak ada lagi hal perlu dikhawatirkan.

Seto juga mengingatkan, Dana Desa dengan berbagai bentuknya bukan milik pribadi atau perorangan. Untuk pengelolaan DD dan keuangan desa lainnya harus dilakukan dengan transparan.

“Selain penggunaannya harus jelas. Pengunaan dana tersebut harus dilakukan dengan transparan," tuturnya.

Selain itu, Bupati berlatarbelakang pengusaha ini, mengingatkan semua kegiatan yang akan dilakukan di Desa, dibuat dan direncanakan sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa masing-masing.

Meski demikian, Seto berharap agar pemerintah desa, tidak mengesampingkan program prioritas yang telah didorong oleh Pemerintah Kabupaten.

"Sebab, meski desa punya jangka menengah tetapi juga harus mengikuti program-program yang sudah ditetapkan pemerintah kabupaten, supaya sinergitas antara pemerintah kabupaten dengan desa bisa berjalan dengan baik. Kita bisa saling mengisi," pungkasnya.

Hadir narasumber, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai dan Polres Sinjai. (air/ril)