Berisi Caci Maki, Begini Cara Oknum Karyawan BRI Bone Tagih Nasabah

BONEPOS.COM, BONE - Citra Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali tercoreng.

Setelah kasus lelang aset yang digugat kreditur, kali ini seorang nasabah mengaku mendapatkan perlakuan tidak terpuji dari oknum karyawan BRI.

Perlakuan tak terpuji oknum karyawan BRI Bone ini, dialami Eka Handayani, seorang nasabah yang belum lama ini mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp25 juta, di BRI Unit Bukaka, jalan Beringin Watampone.

Eka menuturkan, ia dicaci maki oleh karyawan BRI berinisial AY, lewat pesan WhatsApp, lantaran dinilai telat membayar angsuran KUR-nya sebesar Rp800 ribu, padahal ia sendiri belum menunggak pembayaran.

"Masa cara tagihnya kasar sekali, ini lebih parah dari Debt Collector, padahal saya baru besok (terhitung tanggal 1) menunggak. Lagian kalau saya menunggak kan ada denda, ya silahkan didenda," tutur Eka kepada Bonepos.com, Jumat (31/1/2020) kemarin.

Lebih jauh Eka menjelaskan, alasannya belum melakukan pembayaran pada tanggal jatuh tempo 31 Januari 2020, dikarenakan usaha warungnya sedang terganggu. Lantaran karyawannya sedang sakit, sehingga pemasukan warungnya pun jadi berkurang.

"Saya bilang karyawan saya sedang sakit, dia (AY) malah bilang kalau tau lama begitu sakit, masa mau nunggu, cari orang kek, karena ini rekorki bu nasabah paling cepat nunggak" ungkap Eka membacakan pesan WhatsApp yang dikirimkan AY terhadapnya.

Sebelumnya, lanjut Eka, Ia telah mengambil KUR di BRI setempat dan telah lunas pada bulan Juni 2019 lalu. Namun pihak BRI tak memberitahukan kalau KUR nya telah lunas. Nanti setelah dicek olehnya pada September 2019, pihak BRI baru memberikan penyampaian.

"KUR saya yang pertama lunas bulan Juni, tapi BRI tidak memberitahu saya, nanti bulan September saya cek ternyata sudah lama lunas. Saat itu BRI kembali menawarkan saya untuk memperpanjang, jadi saya terima, kalau memang saya tidak lancar membayar kenapa di kasi lagi," ujar Eka.

UPDATE: Tanggapan Pihak BRI

Pimpinan Cabang BRI Watampone, Rahardian Umar Dani, dalam keterangannya kepada Bonepos.com, Senin 3/2/2020, mengatakan bahwa pihaknya sudah menegur yang bersangkutan dan memberikan peringatan agar memperhatikan etika dalam melakukan penagihan.

"Saya sudah sampaikan ke petugasnya untuk selanjutnya tetap harus memperhatikan etika dan norma yang ada. Dari kepala unit BRI Bukaka tadi sudah ke rumah nasabah tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf tapi belum ketemu dengan yang bersangkutan," ungkapnya. (her/ril).