Skandal Grebek PSK, Politisi Gerindra Ngaku Jebak PSK Padang

BONEPOS.COM - Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, menjadi sorotan publik karena mengakui menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN di Kota Padang, Sumatera Barat.

Andre disebut aparat kepolisian telah merencanakan soal penggeberekan wanita tunasusila itu di sebuah hotel berbintang pada Minggu (26/1/2020) lalu.

Terkait hal itu, Andre mengaku sebagai orang yang melaporkan praktik prostitusi tersebut ke Polda Sumatra Barat.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Padang.

"Saya perlu jelaskan bahwa betul penjebakan itu, tapi dilakukan bekerjasama dengan kepolisian Kota Padang. Jadi bukan tindakan pribadi saya," kata Andre dikutip dari Suara.com (5/2/2019).

Kronologi Penggerebekan

Andre menjelaskan kronologi kasus tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat di Kota Padang kepada Andre yang mengaku resah dengan praktek prostitusi yang makin marak di sana. Termasuk prostutisi Online melallui aplikasi Michat.

"Saya ini kan wakil rakyat, dapat laporan dari masyarakat dan saya harus tindaklanjuti. Untuk membuktikan bahwa betul praktek itu ada saya dibantu oleh seorang sahabat yang berperan menjadi pelanggan PSK, lalu mengontak PSK dimaksud melalui aplikasi Michat, lalu janjian di hotel dan memang terbukti bahwa praktek prostitusi itu ada dan saat itu polisi langsung menangkapnya," lanjut Andre.

Andre menyatakan kalau aksi penjebakan tidak melanggar hukum karena bekerjasama dengan kepolisian.

"Ini kan strategi saja untuk mengungkap suatu kasus. Saya bekerjasama dengan Polres Kota PAdang dan terjadilan peristiwan penangkapan itu. Dan saya perlu tegaskan bahwa PSK yang tertangkap memang profesinya PSK sebab sudah berkali-kali menjalankan kegiatannya. Harapannya tentu saja karena kejadian ini maka prostitusi di padang ini bisa hilang," paparnya.

Sebelumnya dalam pemberitaan Suara.com, PSK yang tertangkap itu keberatan karena sesaat sebelum dilakukan penangkapan, dia sempat 'dipakai' oleh seorang yang dipakai Andre untuk melakukan penjebakan.

Dari penuturan NN, PSK yang dijebak Andre, dia berkontak dengan kliennya melallui aplikasi Michat. Keduanya lalu sepakat berjumpa di hotel Kyriad Bumi Minang, Kota Padang, kamar 606 yang sebelumnya sudah dipesan oleh kerabat Andre.

"Pertama kali masuk, dia bertanya tentang harga. Lalu aku bilang tadi bukannya sudah deal di chat (dengan AS)? Ya, berapa (tanyanya)? Aku bilang delapan ratus ribu kan! (Dia jawab) lima ratus ribu bagaimana, tiga ratus ribu lagi ditransfer. Kebetulan aku punya e-bangking. Oh ya sudah boleh, aku bilang.Kan sama."

"Ternyata, (pria itu mengaku bahwa) e-bangking-nya tidak bisa digunakan. (Dia menawarkan) bagaimana kalau nanti setelah 'main', sisanya dia ke bawah, aku pegang handphone-nya. Aku jawab tidak bisa. Kalau mau, abang turun saja dulu. Ambil uangnya. Lanjut, dia lalu bilang gimana Rp 750.000, ini aku ada nih, ini uang jajanku enggak ada lagi ni. Dia akhirnya mengeluarkan uang Rp 750.000 yang kemarin jadi barang bukti," kata NN menceritakan kronologi seperti dilansir suara.com.

Setelah menyepakati soal tarif, NN dan pria tersebut melakukan hubungan badan di kamar mandi hotel tersebut. Namun, dari penggerebakan yang direncakan itu, ada hal yang mengganjal bagi NN, ialah mengapa dirinya 'dipakai' terlebih dahulu baru digerebek. "Mengapa harus ‘pakai’ aku dulu," ujarnya.

Atas tudingan ini, Andre membantah bahwa PSK tersebut 'dipakai' terlebih dahulu sebelum ditangkap.

"Setau saya tidak ada itu pemakaian," tegas Andre.