Dukung Mendikbud Nadiem, Rektor Unismuh Makassar Siap Berlakukan Kampus Merdeka

BONEPOS.COM, SOLO - Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Indonesia mulai merumuskan langkah strategis di kampus masing-masing.

Hal ini sebagai bentuk respons kebijakan Mendikbud, Nadiem Makarim, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Demikian sumbang saran pendapat, Rektor Unismuh Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, pada rapat bersama Majelis Pendidikan Tinggi Litbang Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), Rabu (5/2/2020).

Rapat bersama ini dipimpin Ketua Majelis Dikti Litbang, PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad.

Dijelaskan, tentu antar PTM akan berbeda langkahnya menyikapi hal itu. Dikarenakan dipengaruhi kondisi kampus yang beragam dalam banyak hal.

Ada dua klaster PTM yaitu, kampus tergolong maju pada umumnya berada di Pulau Jawa dan kedua kampus menengah ke bawah pada umumnya berada di luar Pulau Jawa.

Diperlukan analisis lingkungan untuk mengetahui posisi masing-masing PTM akan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Perlu analisis.

Dengan demikian PTM akan menentukan langkah strategis jangka pendek, menengah, panjang dalam melaksanakan kebijakan kampus merdeka yang telah dicanangkan Mendikbud RI.

Kebijakan Kampus Merdeka yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Pertama, otonomi bagi perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) untuk melanjutkan pembukaan atau pendirian program studi baru.

Kedua, pemberian hak bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi yang sedang ditempuh, serta perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS).

Ketiga, program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat.

Nantinya, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban-PT) tetap berlaku selama 5 tahun, namun akan diperbaharui secara otomatis.

Keempat, pemberian kebebasan bagi perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PT BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi perguruan tinggi badan hukum atau biasa disebut dengan PTN BH. (yya/ril)