Planet Cinema Bone Dibuka, Masyarakat Rasakan Banjir

Ratusan warga BTN Mahkota menggelar aksi demo di pelataran parkir Bioskop Planet Cinema Bone, Jumat, 7/2/2020

BONEPOS.COM, BONE - Soft Opening Planet Cinema Kabupaten Bone disambut dengan Aksi ratusan masyarakat Mahkota II, Jumat (7/2/2020).

Mereka memprotes karena semenjak hadirnya Planet Cinema, berdampak banjir pada perumahan masyarakat sekitar lokasi.

Tuntutan dari ratusan masyarakat BTN Mahkota II ini, meminta pihak Cinema untuk memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat sekitar kala hujan. Akibatnya, pemukiman warga banjir.

Salah satu warga dalam orasinya mengatakan, pembangunan Planet Cinema diduga banyak melakukan pelanggaran yang menyalahi aturan.

"Kami meminta kepada pihak Planet Cinema untuk hadir menemui kami, dan mencarikan solusi agar masyarakat Mahkota II tahap 2 tidak lagi tergenang banjir dikala hujan," ujar warga.

Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta kepada pemerintah kabupaten Bone dalam hal ini yang mengeluarkan izin terkait pambangunan bioskop terbesar di Indonesia Timur ini untuk menjelaskan apakah semuanya sudah sesuai dengan prosedur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu A. Muhammad Akbar yang hadir menamui masyarakat pun menjelaskan, apa yang menjadi mekanisme perizinan pembangunan bioskop sudah terpenuhi melalui beberapa kajian teknis. Makanya diberikan izin mendirikan bangunan.

"Semua mekanisme perizinan sudah terpenuhi bahkan sudah dilakukan peninjauan oleh tim teknis. Selanjutnya pemohon mengajukan ke Dinas PU untuk mendapatkan rekomendasi kelayakan," sebut Akbar.

Setelah itu lanjut dia, pemohon kembali melanjutkan pengajuan ke Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan rekomendasi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) maka selanjutnya diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Dan terkait mengenai proses pengoperasiannya itu sudah mendapatkan rekomendasi dari OSS karena semua persyaratan sudah terpenuhi," tambahnya.

Sementara pihak manajemen Planet Cinema yang diwakili Corporate Secretary Liani Kawati yang menemui pada pendemo berujar, pihaknya tetap akan mencarikan solusi terbaik agar tidak saling mengganggu satu sama lain.

"Kami sudah mendengarkan semua aspirasi masyarakat, dan kami memerlukan waktu. Insya Allah minggu depan kita akan ketemu dan berkomunikasi lagi, apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan saya rapatkan bersama manajemen," kuncinya. (her/ril)