IWO Kecam Penahanan Wartawan Soal Berita, Begini Penjelasannya

Ketua PW IWO Sulsel, Zulkifli Thahir

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel mengecam tindakan penahanan wartawan terkait pemberitaan.

Penahanan terhadap wartawan berita.news, Muh Asrul yang dilakukan Polda Sulsel, karena memberitakan dugaan korupsi pejabat di Palopo, menuai aksi protes.

Ketua PW IWO Sulsel, Zulkifli Thahir menegaskan, penahanan yang dilakukan menjadi bukti Undang-undang Pers tidak menjadi dasar penyelesaian kasus ini.

"Kami tidak melihat Asrul dan medianya, namun kami melihat profesinya sebagai jurnalis, yang tentu profesi ini bukan sembarangan. Karena Asrul bertindak berjalan karena ada payung hukum yakni UU No. 40 tahun 1999 tentang pers," jelas pria yang karib disapa Abang Cule, Sabtu (8/2/2020).

Olehnya itu, kata Abang Cule, IWO Sulsel berusaha memberikan dukungan dan bantuan kepada Asrul agar secepatnya dibebaskan dari segala tuduhan.

"Polisi juga harus cermat dengan laporan ini, tidak serta merta langsung ditahan dan dijerat dengan UU ITE. Karena Asrul juga dilindungi UU dalam melaksanakan kerjanya sebagai jurnalis dan mungkin saja Asrul tergabung dalam asosiasi atau organisasi profesi," paparnya.

Sebelum menerima laporan, polisi harus menempuh langkah langkah yang bijak dengan melakukan mediasi dan menelaah UU Pokok Pers.

Ia juga menyampaikan akan mengawal kasus ini dan pihaknya siap membantu hingga prosesnya tuntas.

"Kami punya tim hukum untuk membantu dan melihat prosedur yang dilakukan penyidik apakah sesuai atau tidak," tandasnya. (rls/ril)