Anggota DPRD Kasus Narkoba Dilantik Tuai Sorotan

Koordinator Kopel Makassar, Ahmad Tang

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Pelantikan Anggota DPRD Kota Makassar, RT dari partai PPP Dapil II, menuai sorotan. Kopel mempertanyakan hal itu.

Dalam rilis yang dikirim Koordinator Kopel Makassar, Ahmad Tang kepada Bonepos.com mengemukakan, merujuk pada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 54 yang menjerat oknum anggota DPRD Kota Makassar, RT yang lolos pada Pemilu 2019 lalu dengan prolehan 4.432 suara, sebelumnya ditangkap pada Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 00.30 Wita.

Barang bukti yang diamankan berupa 2 saset sabu dan alat hisap. Polisi juga menemukan 2 linting ganja sintetis.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa saudara RT sudah Terdakwa dengan vonis rehab 9 bulan di PN Makassar pada November 2019," jelas Ahmad Tang, kepada Bonepos.com, Sabtu (15/2/2020).

"Narkoba adalah sesuatu yang dilarang karena merusak dan merupakan barang haram. Jika anggota DPRD terlibat dengan kasus narkoba mestinya tidak ada toleransi untuk dipertahankan," sambungnya.

Kata Ahmad Tang, partai yang harus ambil sikap PAW bahkan pemecatan sebagai kader. Karena ini persoalan moralitas apalagi duduk di lembaga DPRD yang terhormat sebagai anggota DPRD. Hal ini akan mencederai Lembaga DPRD.

"Mana mungkin mantan napi dipanggil terhormat, anggota dewan adalah cermin yang diwakilinya. Sama halnya mewakili masyarakat pencinta narkoba, kelak kita akan bingung apakah ia sedang sadar atau lagi sakau ketika ia lagi interupsi, ketika lagi membaca pemandangan umum fraksi, atau lagi berargumen dan lain sebagainya," tuturnya.

Lanjut Ahmad Tang, kasus narkoba termasuk extraordinari crime yang disamakan dengan kasus koruptor dan teroris. (rls/ril)