ACT Sulsel dan FTI UMI Dorong Remaja Masjid Bangun Peradaban

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Potensi remaja masjid dalam membangun peradaban Islam yang besar, menjadi dasar Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan, gelar pelatihan Workshop Remaja Masjid.

Gelaran tersebut diadakan ACT bersama Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Makassar. Temanya, 'Berkualitas Berkontribusi Tuntas'.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula FTI UMI, Minggu (16/2/2020). Total peserta yang hadir sekitar 60 orang dari beberapa masjid yang ada di Kota Makassar.

Selain bekerjasama dengan DPD BKPRMI Kota Makassar dan FTI UMI, ACT juga melibatkan Remaja Masjid Ismul A'zham (RAIZHAM) dan DKM Burj Al Istidlal MATSC.

Dalam sambutannya, Miswar Arifin mewakili ACT Sulsel mengatakan latar belakang pihaknya mengadakan kegiatan tersebut, karena melihat peran remaja masjid yang potensial.

"Khususnya di kota makassar. Mereka memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam," jelas Miswar.

Sementara itu, Ikhwan mewakili DPD BKPRMI Makassar dalam sambutannya berujar, melalui workshop ini diharapkan peran remaja masjid bisa lebih maksimal dalam kehidupan bermasyarakat.

"Fokus utama BKPRMI adalah Remaja Masjid, apalagi kalo kita melihat potensi remaja masjid yang ada di Makassar yang besar. Jadi, diharapkan melalui kegiatan workshop ini, potensi-potensi itu dapat lebih berperan maksimal dan terorganisir dalam kehidupan bermasyarakat, sesuai tema workshop Berkualitas, Berkontribusi Tuntas," tuturnya.

Adapun, Yusri Muhammad Arsyad selaku Wakil Dekan IV FTI UMI bilang, fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi tempat diskusi permasalahan umat dan peran remaja masjid juga ada disitu.

"Perlu diketahui bahwa fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja tetapi juga menjadi tempat musyawarah permasalahan umat, dimana peran remaja masjid dalam hal ini sangat diharapkan karena posisinya sebagai penerus generasi bangsa dan negara," tandasnya. (rls/ril)