Deng Ical ‘Suntik’ Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan Makassar di Era Industri 4.0

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Panitia Musyawarah Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Tenaga Kerja Bonkar muat pelabuhan Utama Makassar mengundang Syamsu Rizal, alias Deng Ical sebagai narasumber dalam seminar terbatas di hadapan pekerja bongkar muat di Hotel Grand Populer, Jl. Sulawesi, Makassar, Senin, (17/2/2020).

Musyawarah ini mengusung tema "Solidaritas, Kedisiplinan, dan Etos Kerja serta peningkatkan produktivitas demi tercapainya kesejahteraan anggota dalam menyongsong era digital 4.0".

Deng Ical memaparkan, Perjanjian CAFTA dan Masyarakat Ekonomi ASEAN sebenarnya bukan ancaman bagi dunia kerja Indonesia, melainkan sebuah peluang yang harus dimanfaatkan.

"Banyak kekhawatiran bahwa nantinya kita akan digantikan dengan robot maupun pekerja asing, justru kita diuntungkan karena angkatan kerja kita banyak, 11 persen dari total penduduk Indonesia, jadi yang harus kita lakukan ialah mengerti aturan-aturan yang mengatur tentang itu," papar Deng Ical.

Ical bilang, hari ini para pekerja, buruh banyak diuntungkan. Karena aturan yang semakin tegas terkait dengan jam kerja serta aturan kesejahteraan pekerja.

"Bersyukurlah kita para pekerja buruh karena diuntungkan karena jam kerja kita cuma delapan jam dibandingkan jenis pekerjaan lain setiap waktu harus terganggu dengan pekerjaan. Jadi banyak waktu luang untuk keluarga dan beraktivitas dibidang lain," ujar Ical.

"Pekerja juga dilindungi aturan upah minimum kota yang hari ini sudah Rp3,179 artinya ada jaminan pendapatan standart meskipun masih jauh dari rata-rata pendapatan perkapita Makassar Rp8 juta per bulan," sambungnya.

Deng Ical juga menerangkan petingnya pekerja buruh untuk terlibat dalam organisasi serikat pekerja dikarenakan organisasi mampu melihat secara obyektif kebutuhan anggota.

"Jadi pekerja bisa fokus pada aspek yang sifatnya teknis, ada kesempatan mata pencarian dan keahlian pekerja," kuncinya. (ril)