Ngeri, 5 Orang Meninggal Gara-gara Rabies di Bone

BONEPOS.COM, BONE - Kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Bone, harus jadi atensi serius.

Bukan tanpa alasan, tahun 2019, menimbulkan korban jiwa. Tidak tanggung-tanggung, lima orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bone, Yusuf mengemukakan, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies mulai 1 Januari 2020 sampai saat ini, ada 52 kasus.

"Sampai saat ini ini belum ada. Tahun 2019 ada lima orang meninggal dunia. Sebagian besar dari mereka tidak melaporkan saat gigitan dan tidak mendapatkan vaksin anti rabies, dan telat ditemukan dan ditangani," jelas Yusuf, Minggu (16/2/2020).

Lanjut kata Yusuf, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies 52 kasus itu, telah mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.

"Mulai dari pencucian luka sampai pemberian vaksin anti rabies selama 4 kali," tuturnya.

Saat ini, kasus gigitan anjing di Kabupaten Bone, tengah hangat. Lantaran, satu dari lima warga Desa Lebongnge, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone yang menjadi korban gigitan anjing gila.

Kelima korban diketahui beridentitas Nurhafiya (3), Fika (8), Alfandi (4), Indo Sakka (40) dan Basri (50). Mereka diketahui adalah satu keluarga.

Indo Sakka salah satu korban saat ditemui di RSUD Bone mengatakan, kronologinya bermula saat anaknya dan cucunya itu pulang dari jajan di warung yang tak jauh dari rumahnya, kemudian tiba-tiba diserang anjing itu.

"Anak dan cucu saya itu baru pulang dari belanja langsung diserang anjing gila, begitu saya liat saya langsung menolongnya sampai-sampai saya dan Basri juga digigit oleh anjing itu," kata Indo Sakka.

Lanjut kata dia, saat dia mencoba untuk menolong anak dan cucunya itu, dia juga sempat tergigit pada bagian punggungnya sehingga mengalami luka bekas gigitan.

"Kalau anak saya luka pada bagian wajah, cucu saya yang umur 3 tahun luka pada bagian mata sementara keponakan saya yang laki laki pada bagian lehernya," tambahnya.

Humas RSUD Bone Ramli yang dikonfirmasi mengatakan, dari kelima korban, 4 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, sementara yang satunya masih dirawat karena memang sangat parah.

"4 sudah dipulangkan, 1 orang masih di opname di Ruang Bangsal B, korban tadinya mau dirujuk ke Makassar namun keluarga meminta untuk tetap dirawat disini," jelas Ramli.

Kelima korban yang telah tergigit anjing gila tersebut juga sudah mendapatkan suntikan anti rabies yang dilakukan oleh Pihak Dinas Kesehatan Bone dan dalam waktu dekat pihak Dinas Peternakan akan melakukan vaksinasi anti rabies untuk anjing di sekitar lokasi kejadian. (her/ril)