OPINI: Produksi Padi Menurun Semejak Pembangunan Rel Kereta Api di Barru ?

BONEPOS.COM, BARRU - Suatu kebanggaan jika sutau daerah memiliki transportasi umum yang belum dimiliki daerah lain. Saat ini Pemerintah sedang membangun rel Kereta Api Trans Sulawesi yang pembangunannya dimulai di daerah Kabupaten Barru. Pembangungan yang dimulai awal tahun 2015 ini belum rampung sampai tahun 2020.

Sebagian besar pembangunan rel kereta api mengggunakan lahan persawahan. Saat ini masih banyak bangunan rel kereta api yang belum terhubung satu dengan yang lain dikarenakan masih ada beberpaa bidang tanah yang belum dibebaskan.

Dengan pembangunan rel kereta api ini apakah akan berdampak buruk terhadap produksi padi di Kabupaten Barru ?

Pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi dimulai awal tahun 2015. Rel kerete api ini menghubungan Pare pare- Makassar. Panjang rel kereta api di kabupaten barru sepanjang 44 km yang terbentang dari Pekkae ke Palanro.

Dengan adanya pembangunan rel kereta api ini tidak membuat produksi padi menurun di kabupaten barru walapun sebagian besar pembangunannya menggunakan lahan persawahan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru produksi padi tahun 2016 yaitu 109.249 ton.

Pada tahun 2017 dan 2018 meningkat dengan produksi masing-masing 122.780 dan 142.837. Peningkatan ini disebabkan karena adanya pencetakan sawah swadaya di beberapa kecamatan di Kabupaten Barru seperti, Kecamatan Tanete Riaja, Kecamatan Pujananting, dan kecamatan Barru, ditambah lagi bagusnya infrastruktur irigasi sehingga menyokong kebutuhan air.

Walapun dengan adanya pembangunan rel kereta api di kabupaten barru yang sebagian besarnya menggunakan lahan persawahan tidak serta merta menurunkan produksi padi di Kabupaten barru. Disisi lain dengan pembangunan rel kereta api memberikan dampak positif juga bagi masyarakat.

Dengan adanya kereta api akan memudahkan mobilisasi dan arus logistik barang dari dan ke kota makassar atau ke daerah lain. (Muh. Ikhwan Setiawan - Mahasiswa Politeknik Statistika STIS).