Lokasi Yang Berpotensi Jadi Medan Perang Dunia Ke III

BONEPOS.COM - Dunia telah terbebas dari perang yang memperebutkan kekuasaan besar sejak tahun 1945. Perang Dunia I dan Perang Dunia II yang dahulu menghantui penduduk di muka Bumi telah usai, tapi memanasnya hubungan sejumlah negara belakangan ini disebut-sebut berpotensi memicu terjadinya Perang Dunia III.

Pejabat senior Pentagon mengeluarkan peringatan, terkait kemungkinan konfrontasi militer terbuka antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Asisten Menteri Pertahanan Untuk Tiongkok Chad Sbragia. Menurutnya, ini tidak lepas dari pembangunan kekuatan militer yang dilakukan secara agresif oleh Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, Tiongkok menunjukkan upaya modernisasi kekuatan militer paling ambisius, paska era Perang Dingin. Mulai dari pengembangan rudal, kapal perang, pesawat tempur, senjata luar angkasa hingga kemampuan cyber war.

"Beberapa titik yang bisa menjadi awal mula konfrontasi militer terbuka yakni di kawasan Indo Pasifik, Selatan Taiwan, Laut China Selatan, Kepulauan Senkaku, atau Semenanjung Korea," katanya seperti melansir Washingtontimes, Jumat (21/2/2020).

Ia melanjutkan, untuk menghadapi tantangan ekspansi militer dan ekonomi yang dilakukan oleh Tiongkok, Amerika Serikat perlu merespon seperti menghadapi Uni Sovyet pada era Perang Dingin. Mengingat ancaman yang ditimbulkan Uni Sovyet dan Tiongkok sama pentingnya.

Menurutnya, penting bagi Amerika Serikat untuk memperkuat aliansi dan mitra koalisi militer baru, untuk mengimbangi pembangunan kekuatan militer global Tiongkok. Termasuk membangun pasukan gabungan yang lebih tangguh, senjata hipersonik, hingga robot dan senjata laser. Ini semua untuk mengimbangi Tiongkok.

"Militer Tiongkok sedang mengembangkan serangkaian rudal balistik dan pelayaran yang semakin tangguh, pesawat tempur modern, sistem otonom kecerdasan buatan, dan serangkaian kemampuan dunia maya dan luar angkasa, yang bisa merepotkan militer Amerika Serikat di Indo Pasifik," pungkasnya