Kisah Nenek Berusia 122 Tahun Asal Bone

BONEPOS.COM - HERMAN Nenek Kanang, nenek asal Dusun Cinnong, Desa Cinnong, Kecamatan Barebbo, hidup seorang nenek yang sudah berusia 122 tahun.

BONEPOS.COM, BONE - Di Dusun Cinnong, Desa Cinnong, Kecamatan Barebbo, hidup seorang nenek yang sudah berusia 122 tahun.

Dia adalah Nenek Kanang yang kini tinggal di sebuah rumah kecil berukuran 2x3 meter yang beratapkan daun rumbia dan beralaskan papan.

Nenek Kanang tinggal di gubuk kecilnya sudah puluhan tahun. Meski dia punya beberapa anak, namun dia tetap memilih tinggal seorang diri dengan alasan tidak mau merepotkan buah hatinya untuk setiap hari mengurusnya.

Bonepos.com berkesempatan menyambangi kediaman sang nenek. Nenek tampak masih sehat dan masih mengingat masa lalunya. Hanya saja, dia sudah tidak mampu berjalan karena matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Kanang hanya mampu duduk dan tidur setiap harinya.

Saat diajak ngobrol, dia masih menjawab dengan jelas apa yang ditanyakan, bahkan saat ditanya alasan mau tinggal sendiri di gubuk kecilnya itu. Kanang menjawab, tidak mau merepotkan anaknya, apalagi dengan kondisinya sekarang yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa selain duduk dan baring.

"Adaji anakku nak yang setiap hari bawakanka makanan dengan air minum, saya tidak mau tinggal di rumahnya karena kondisi anak saya juga sering sakit-sakitan," ucap Nenek Kanang dalam bahasa Bugis.

Dikatakan Kanang, semua yang seumuran dengannya di kampung, sudah meninggal dunia dan berpindah ke tempat lain.

"(Iya Riolo Nak, De Umatemmpo di Tauwe, nappa maggeloka lokka di tauwe), Saya dulu tidak suka ganggu orang, dan saya baik sama orang," katanya sambil terseyum.

Nenek Kanang ini diketahui memiliki 5 orang anak, 2 orang laki laki dan 3 orang perempuan. Mereka tinggal di berbabgai daerah hanya 1 yang tinggal di kampung tersebut dia bernama Becce Tang (65) dialah yang selalu membawakan makanan setiap hari.

"Mama saya ini memang yang paling tua di kampung ini, semua seumurannya sudah tidak ada, saya pernah mengajaknya ke rumah namun dia menolak dia lebih memilih tinggal di sini sendirian," ujar Becce Tang.

Kini nenek Kanang hanya mampu mengharapkan balas kasihan dari tetangga dan para darmawan yang datang membesuknya, karena sudah tidak mampu berjalan dan berbuat apa-apa. (her/ril)