Update Jumlah Korban Virus Corona dan Temuan Barunya

BONEPOS.COM -  Wabah virus corona (Covid-19) masih meresahkan dunia. Total korban jiwa akibat wabah virus ini mencapai 2.461 orang pada Minggu (23/2). Total korban jiwa bertambah di beberapa negara mulai dari China, Korea Selatan, hingga Iran.

Pemerintah Hubei mengonfirmasi penambahan 630 kasus virus corona di Hubei pada Sabtu (22/2), termasuk 32 kasus di penjara. Sehingga, total kasus infeksi virus corona kini mencapai 64.084.

Berdasarkan data Departemen Kesehatan China, sekitar 40.127 pasien masih menjalani perawatan di Hubei. Angka tersebut termasuk 1.845 yang dalam kondisi kritis.

Sementara itu, 15.299 pasien telah kembali ke kediaman masing-masing usai dinyatakan bersih dari virus corona.

Hubei juga melaporkan total kematian akibat virus corona di China setidaknya mencapai 2.441 korban.

Sementara itu, secara global paling sedikit 2.461 korban dengan tambahan data 3 pasien meninggal di Jepang, 6 orang di Iran, dan 4 orang di Korea Selatan.

Hong Kong dan Italia sama-sama mengonfirmasi dua warganya meninggal akibat virus corona. Taiwan, Filipina, dan Prancis sama-sama melaporkan satu kasus kematian akibat Covid-19.

Melansir dari CNN, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan total positif kasus virus corona telah mencapai 78.572 dengan sebagian besar korban berada di China.

Terpisah, Korea Selatan melaporkan korban jiwa ke-4 yang meninggal akibat corona merupakan asien berusia 57 tahun yang mengidap penyakit parah di rumah sakit Daenam, di tenggara Cheongdo.

Cheongdo merupakan kawasan pertama virus corona terdeteksi di Korea berdasarkan Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC). Kini Korea Selatan mengonfirmasi lebih sekitar 556 orang positif terinfeksi virus corona.

Sementara itu, korban jiwa ke-6 di Iran berada di pusat kota Arak. Gubernur Provinsi Markazi Ali Aghazadeh menyatakan korban jiwa tersebut positif terinfeksi virus corona dan juga mengidap penyakit jantung.

Melansir Aljazeera, korban jiwa ke-6 tersebut membuat Iran menjadi negara dengan total kematian terbesar akibat virus corona di luar kawasan Asia Pasifik.

Temuan baru, Corona Bukan dari Pasar Huanan

Perkembangan terbaru lainnya, sebuah studi yang dilakukan beberapa lembaga CHina menunjukkan ada kemungkinan wabah corona bukan berasal dari Pasar Huanan.

Pasar Huanan selama ini disebut sebagai asal menyebarnya virus corona. Pasar ini merupakan pasar hewan di Wuhan. Para peneliti dari Universitas Pertanian China Selatan di Guangdong dan Kebun Raya Tropis Xishuangbanna di Provinsi Yunnan menganalisis sekuens DNA dari 93 sampel virus corona baru yang dikumpulkan dari 12 negara.

Sampel-sampel ini memiliki 58 jenis penanda genetik yang disebut haplotypes. Haplotype 13 dan 38 sangat berkorelasi dengan kelelawar coronavirus RaTG13.

Pasien dengan haplotipe 13 dan 38 berasal dari Shenzhen dan Washington, yang terinfeksi pada akhir Desember dan awal Januari selama kunjungan mereka ke Wuhan.

Akan tetapi, tidak ada haplotyes H13 dan H38 terdeteksi dalam sampel Wuhan. Penelitian ini mengumpulkan sampel dari pasien yang pernah ke pasar makanan laut memiliki haplotipe 1, 2, 8 hingga 12.

Hal itu menunjukkan bahwa virus corona yang ditemukan di pasar makanan laut dapat berasal dari tempat lain. Studi ini juga menyarankan bahwa penularan dari manusia ke manusia mungkin sudah dimulai pada bulan November 2019.