Kemenag Bone: Jangan Lagi Ada Pungli dalam Pengelolaan Dana BOS!

BONEPOS.COM, BONE - Madrasah di Kabupaten Bone sepakat untuk transparan dalam pemanfaatan Dana BOS dan BOP.

Buktinya, ada pakta integritas dan MoU yang ditandatangani.

Penandatanganan pakta integritas dan MoU tersebut disaksikan Kepala Kantor Kemenag Bone Wahyuddin Hakim. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor Kemenag setempat, Selasa (25/2/2020).

Wahyuddin dalam wejangannya menegaskan, terkait pemanfaatan dana BOS dan BOP, tidak ada lagi pengelola yang gagal paham.

"Terpenting ikuti juknis dan tidak boleh ada Penyalahgunaan dana sedikit pun. Dana BOS harus terbuka dan sesuai dengan peruntukannya," tegas Wahyuddin Hakim pada acara Ngopi atau Ngobrol Pendidikan Islam yang bertajuk, Bedah Juknis Dana BOS Madrasah dan BOP RA 2020.

Selaku pimpinan Kemenag, Wahyuddin mewanti-wanti semua pengelola dana BOS agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan jujur.

"Dana BOS harus bekerja sesuai tupoksinya, kalau ada tidak jujur harus diganti. Karena kita harus transparansi, tanggung jawab, dan tidak boleh ada pungli," ujar Wahyuddin.

Selain itu kata Wahyuddin, pengelola madrasah dituntut harus kerja keras. "Itu tuntutannya, kalau mau santai berarti dia tidak layak jadi kepala madrasah," sebutnya.

Bedah juknis dana BOS dan BOP tersebut dihadiri seluruh kepala Madrasah Aliyah dan Kepala Raodhatul Athfal. (sug/ril)