Pilkada Serentak, ASN Setop Konflik Kepentingan

BONEPOS.COM, BALI – Plt. Deputi SDM Kementerian PAN-RB Teguh Widjinarko mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari konflik kepentingan (conflict of interest).

Terutama, jelang pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis (27/2/2020).

“ASN harus bebas dari kepentingan-kepentingan. Kepentingan kita adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak boleh bergerak pada satu kepentingan tertentu, tetapi khusus kepentingan pada masyarakat yakni untuk memberikan pelayanan pada masyarakat,” papar Teguh.

Kontestasi Pilkada menempatkan ASN harus benar-benar bersikap profesional dalam setiap mengambil kebijakan.

Jangan sampai, kebijakannya justru menguntungkan salah satu pasangan calon yang sedang memperebutkan jabatan politik.

"Kemudian dalam pembuatan keputusan, tentu ini juga menjadi bagian yang penting dalam manajemen dan pengembalian kebijakan untuk menghindari unsur-unsur kepentingan keberpihakan," ucapnya.

Dipaparkannya, ASN juga diminta untuk mengesampingkan berbagai kepentingan pribadi seperti untuk mempertahankan jabatan maupun untuk kepentingan yang bersifat kekeluargaan.

"Hilangnya unsur-unsur keberpihakan pada satu kelompok atau keluarga maupun nepotisme, yang dilarang ini utamanya karena adanya motif untuk mendapatkan atau mempertahankan jabatan, hubungan keluarga, maupun tekanan politik lainnya," kata Teguh.

Untuk itu, para ASN dihimbau untuk mempelajari dan patuh pada undang-undang yang mengatur ASN agar tidak terjadi penyelewengan kewenangan. (ril)