Murid di Bone Bernasib Malang, Orang Tua Saling Beradu

BONEPOS.COM, BONE - Lima tahun pasca bercerai di Pengadilan Agama Watampone sebagai suami istri, kini keduanya kembali hadir di Pengadilan Agama Watampone.

Dulu untuk berpisah, sekarang memperebutkan anak semata wayangnya. Dalam perkara hak asuh anak ini, seorang anak perempuan yang duduk di bangku SD, kini masih dalam pengawasan ibunya.

Kasus ini berawal saat bapak dari anak ini mendapatkan laporan kalau putrinya diduga disakiti. Tangannya mengalami kesakitan dan tidak bisa menulis saat berada di sekolah.

“Anak saya dipacu tangannya, dan sakit saat menulis di sekolahnya,” ujar sang ayah, berinisial MK (maaf diinisialkan).

Menurut MK, puncak kejadiannya terjadi pada awal Januari 2020 kemarin. Saat itu, putrinya berada di rumahnya dan tiba-tiba datang mantan mertuanya mengambil paksa anak tersebut lalu diseret.

Saat anak diseret, putrinya menangis dan berteriak-teriak tidak mau pulang.

“Mama saya sedang menyuap makanan anakku, tiba-tiba datang neneknya paksa ambil,” tambah MK.

Kejadian berlanjut kembali tiba-tiba mantan istrinya datang dan memaki-makinya kalau anak tersebut harus pulang.

Tidak sampai disitu, terdengar ucapan mantan istri kalau anaknya itu selalu dipukul. Saat itu, kondisi sekitar rumah MK tiba-tiba banyak orang berkumpul.

Dengan alasan itulah, MK kemudian tidak tinggal diam dan mempengadilankan untuk hak asuh anak di Pengadilan Agama Watampone.

Terpisah, Koordinator Hukum Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kabupaten Bone, Martina Madjid bilang, seharusnya tidak boleh ada keegoan orang tua anak ini. Karena masing-masing memiliki tanggung jawab untuk menafkahi dan mendidik hingga dewasa.

“Ujung-ujungnya anak ini akan menjadi korban. Apalagi jika orang tuanya saling keras. Beban psikologis anak ini akan terganggu,” sebut Martina Madjid belum lama ini.

Martina Madjid pun menyarankan untuk hak asuh anak ini hendaklah diambil jalan tengah. Contohnya, anak ini berada pengawasan adil saat berada di rumah bapaknya atau ibunya. (ham/ril)