Bill Gates Tinggalkan Microsoft demi Alasan Mulia

BONEPOS.COM - Bill Gates, CEO dari Microsoft memutuskan mundur dari dari jajaran pimpinan di perusahaan tersebut pertanggal 14 Maret 2020,

Salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes tersebut ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk persahabatan dan keluarga, serta kegiatan .

Gates juga mundur dari jajaran pimpinan Berkshire Hathaway, perusahaan multinasional milik yang menjadi induk perusahaan dari beragam bisnis dari mulai makanan, restoran, properti, asuransi, otomotif, hingga penerbangan.

Dikutip dari BBC, dalam pengumuman terbarunya menyebutkan alasan mundurnya milyarder ini karena dia ingin fokus ke hal-hal yang lebih sosial.

Bill Gates ingin mencurahkan lebih banyak waktunya untuk kegiatan filantropis di berbagai sektor. Mulai dari pengembangan kesehatan dunia, pendidikan, sampai perubahan iklim. perusahaan akan terus menjadi bagian penting dalam kehidupannya dan akan terus berhubungan dengan kepemimpinan di perusahaan.

“Saya melihat fase berikutnya ini sebagai peluang untuk mengelola persahabatan dan kemitraan yang paling bermakna bagi saya, terus berkontribusi kepada kedua perusahaan yang membuat saya bangga, dan memprioritaskan komitmen saya dalam menyelesaikan beberapa tantangan terberat dunia,” kata dia.

Meskipun dia nggak lagi duduk di kursi dewan perusahaan, tapi dia mengakui bahwa Microsoft tetap menjadi bagian hidupnya yang gak akan terpisahkan. Bill Gates pun berniat untuk tetap bisa keep in touch dengan Microsoft, khususnya dengan program kepemimpinan dalam perusahaan itu.

Forbes menempatkan Gates sebagai orang terkaya kedua di bawah pendiri Amazon Jeff Bezos. Kekayaan Gates diperkirakan sebesar US$ 103,6 miliar atau setara Rp 1.517 triliun.

Mulai aktif di bidang sosial
Bill Gates sudah memulai kegiatannya di bidang sosial ini sejak 2000. Saat itu, dia dan istrinya, Melinda, mendirikan yayasan bernama Bill & Melinda Gates Foundation yang fokus ke isu-isu pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan.
Berdasarkan catatan Business Insider, sejak yayasan ini didirikan, mereka sudah menyumbangkan USD 36 miliar untuk kegiatan sosial. Di antaranya adalah untuk memerangi malaria dan virus Ebola. Berkat aktivitas mereka di yayasan ini, Bill dan Melinda Gates pernah mendapat julukan "filantropis paling murah hati di Amerika Serikat" dari The Chronicle of Philanthropy pada 2018.
Di tengah wabah corona, yayasan ini menyatakan akan mendanai proyek untuk menyediakan alat tes corona yang bisa digunakan di rumah. Proyek ini ditujukan untuk wilayah Seattle, Washington, Amerika Serikat.
Bill Gates bersama kawannya, Paul Allen, mendirikan Microsoft pada 1975. Pada 1980, perusahaan ini berkembang pesat setelah bekerja sama dengan IBM untuk membangun sistem operasi yang dikenal dengan nama MC-DOS. Pada tahun 1986, ketika Bill Gates berusia 31 tahun, dia memecahkan rekor sebagai self-made billionaire termuda. (*)