Kajari Bone Berang, Saksi “Kunci” Kasus PAUD Ogah Bersaksi

BONEPOS.COM - HERMAN Kajari Bone, Eri Satriana

BONEPOS.COM, BONE - Kasus korupsi dana PAUD Bone hingga saat ini masih tahap persidangan di Pengadilan Tipidkor Makassar. Kini sudah masuk pada keterangan saksi.

Namun sayangnya, persidangan kasus korupsi dana PAUD ini harus beberapa kali tertunda, lantaran Erniati yang merupakan Istri Wabup Bupati Bone sudah dua kali mangkir dari persidangan dengan alasan gangguan kesehatan.

Mangkirnya Erniati di persidangan dibenarkan Kajari Bone Eri Satriana saat ditemui Bonepos.com, Kamis (19/3/2020). Eri terlihat berang. Lantaran sudah dua kali pemanggilan tapi belum bisa hadir.

Bukan hanya Erniati yang mangkir, melainkan mantan kadis pendidikan Kabupaten Bone, juga sudah dua kali dipanggil untuk hadir memberikan kesaksian di persidangan, namun tidak muncul.

Dengan tegas, Kajari Bone menyatakan jika sampai panggilan ketiga yang bersangkutan tidak hadir, maka JPU akan meminta kepada hakim untuk mengeluarkan penetapan jemput paksa.

"Jika persidangan berikutnya beliau (Erniati) belum hadir, kami akan meminta kuasa hukumnya yakni Firman Batari untuk menghadirkan dokter Sri Wati Astuti untuk memberikan keterangan sakit," tegasnya.

Lanjut kata Eri, selain itu pihaknya juga akan terus melayangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk hadir memberikan keterangan saksi. Karena keterangannya sangat penting dalam kasus tersebut.

Sekadar diketahui, berdasarkan Permenkes Nomor 77 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemeriksaan Kesehatan untuk Kepentingan Penegakan Hukum pada pasal 10 ayat 1 menyebutkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan jiwa untuk kepentingan hukum meliputi wawancara klinis psikiatrik, pemeriksaan dan observasi psikiatrik, pemeriksaan psikometrik, pemeriksaan fisik dan penunjang sesuai indikasi, analisis medikolegal, serta penyusunan VeRP.

Sementara di pasal 11 disebutkan bahwa untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan jiwa demi kepentingan penegakan hukum, tim pemeriksa dapat meminta untuk mendatangkan keluarga atau pihak lain yang diperlukan untuk dimintakan keterangan.

Dua saksi kasus PAUD, Erniati (Mantan Kabid PAUD Disdik Bone) dan Rosalim (Mantan Kadisdik Bone) untuk tiga terdakwa, Masdar, Sulastri, dan Ichsan. Kasus ini merugikan negara hampir Rp5 miliar. (her/ril).