Anggaran Tower Rp100 M Diusulkan Ditunda, Komisi III DPRD Bone Meradang

BONEPOS.COM - IST Andi Suaedi

BONEPOS.COM, BONE - Usulan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone, Saipullah Latif terkait penganggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Bone, disikapi serius Ketua Komisi III DPRD Bone, Andi Suaedi.

Suaedi menegaskan, dia tidak sepakat dengan usulan yang ditawarkan oleh Saipullah. Yakni mengalihkan anggaran penyelenggaraan Hari Jadi Bone (HJB) dan menunda pembangunan Tower Rp100 miliar untuk dimanfaatkan dalam pencegahan Virus Corona.

Kata Suaedi, masih banyak opsi lain yang bisa ditempuh. Tanpa harus menunda pembangunan Tower Bone. Khususnya, anggaran yang dikelola di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.

Suaedi percaya, Dinas Kesehatan Bone akan maksimal dalam menanggulangi Virus Corona. Apalagi kata Suaedi, Bone belum masuk kategori forcemajuer.

"Ada apa ngotot untuk menggeser anggaran. Jangan menakut-nakuti rakyat. Jangan terlalu panik," tegas Suaedi, kepada Bonepos.com, Jumat (20/3/2020).

"Tidak hubungan komisi 1 dengan penganggaran di Tarkim. Jadi Tower bukan domain Komisi 1 tapi Komisi 3. Jadi jangan geser-menggeser anggaran," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone, Saipullah Latif, prihatin atas persoalan yang dialami Tim Terpadu Covid-19 Bone.

Lantaran, Tim Terpadu Covid-19 Bone bekerja masih menggunakan anggaran pribadi. Belum ada alokasi khusus untuk penanganan ini.

"Pembangunan Tower bisa ditunda akibat Covid-19 ini. Jauh lebih urgent menyelamatkan nyawa masyarakat daripada pembangunan infrastruktur," ujar Saipullah.

Saipullah mendukung adanya revisi APBD Kabupaten Bone. Yakni anggaran HJB dialihkan dan revisi Pembangunan Tower.

"Ini status darurat atau forcemajuer (di luar kendali), artinya pemerintah harus memberikan anggaran walaupun tidak ada di APBD. Ini penting," tegas Saipullah.

"Anggaran yang bukan nomenklatur di APBD pun bisa digunakan. Nanti diparsialkan di perubahan, misalnya anggaran HJB bisa digunakan untuk antisipasi penyakit Covid-19 apalagi HJB belum tentu terlaksana akibat kondisi ini," sambungnya.

Saipullah menegaskan, pemerintah tidak boleh takut menggunakan anggaran yang sifatnya demi keselamatan nyawa masyarakat.

"Saya pribadi yang paling pertama siap bersama pemerintah merevisi," tandasnya. (ril)