7 Fakta Avigan, Obat Pesanan Jokowi Hadapi Virus Corona

Tablets of Avigan, developed and manufactured by Japanese drug maker Toyama Chemical Co., Ltd. , are seen at Fujifilm Holdings headquarters in Tokyo, Japan, on Monday, Oct. 27, 2014. Photographer: Akio Kon/ Bloomberg

BONEPOS.COM, JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memesan obat Covid-19. Namanya Avigan.

"Obat ini (Avigan, red) sudah dicoba satu, dua, tiga negara. Memberikan kesembuhan," sebut Jokowi di Istana Merdeka pada siaran langsung di akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

"Kita telah mendatangkan 5.000. Akan kita coba dan dalam proses pemesanan dua juta," sambungnya.

Nah, berikut fakta-fakta soal Avigan yang dirilis Bonepos dikutip dari laman detikcom.

1. Produksi Jepang
Avigan merupakan obat yang diproduksi perusahaan farmasi Jepang Toyama Chemical.

2. Bikin Virus Susah Beraktivitas
Avigan mengandung bahan aktif favipiravir yang diketahui bisa menghambat aktivitas virus.

3. Sebagai Obat Flu
Pemerintah Jepang pada tahun 2014 mengizinkan Avigan diproduksi untuk dipakai dalam melawan wabah penyakit akibat virus influenza (flu) baru.

4. Dipakai Atas Resep Dokter
Avigan diproduksi secara terbatas dan hanya bisa dipakai atas resep dokter.

5. Miliki Efek Samping Serius
Dikutip dari Financial Times, Avigan diketahui mempunyai efek samping serius. Bisa menimbulkan kecacatan pada bayi baru lahir. Makanya, Avigan tidak dipakai secara luas sebagai obat flu.

6. Mempercepat Penyembuhan Pasien Corona
Dari hasil tes awal yang dilakukan dokter di China menunjukkan pasien virus Corona yang diberi Avigan, bisa sembuh lebih cepat dibanding pasien lain.

7. Pernah digunakan untuk lawan Ebola
Avigan juga sempat digunakan dalam kondisi darurat untuk melawan wabah virus Ebola pada tahun 2016. Peneliti menyebutkan, ada harapan obat ini bisa dimanfaatkan untuk beberapa virus lain juga. (net/ril)