Pasca “Curhat” di Gubernur, Bupati Bone Tutup Sementara Pelabuhan Bajoe

BONEPOS.COM, BONE - Pemerintah Daerah Kabupaten Bone melakukan penutupan sementara Pelabuhan Penyebrangan Bajoe.

Hal ini dikuatkan dengan adanya surat yang ditandatangani Bupati Bone ke Kementerian Perhubungan RI terkait pembatasan Angkutan Orang dari Daerah, terjangkit Covid-19.

Dalam surat tersebut ada beberapa poin yang disampaikan Bupati Bone Andi Fahsar MahdinbPadjalangi, salah satunya yaitu pembatasan terhadap angkutan orang melalui penyeberangan kapal Fery dari Bone ke Pelabuhan Kolaka dan begitupun sebaliknya untuk tidak dioperasikan sementara waktu dan melakukan pembatasan hanya untuk logistik saja (bahan kebutuhan pokok berupa pangan dan sejenisnya).

Poin kedua melakukan pembatasan terhadap angkutan orang yang menggunakan kapal angkutan laut penyeberangan yang melalui Pelabuhan Bajoe hanya membolehkan angkutan bahan pokok.

Pembatasan tersebut dimulai pada 28 Maret 2020 hingga batas waktu yang ditentukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Bone, Barham Bachtiar

Barham menuturkan, surat tersebut dibuat setelah Bupati Bone telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi melalu teleconfrence.

"Surat tersebut memang benar, surat itu baru keluar setelah Bapak Bupati berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan melaporkan keresahan masyarakat di Bone," ucap Barham.

Lanjut kata dia, jadwalnya 28 Maret, karena Pihak Pelabuhan Bajoe akan berkoordinasi juga dengan pihak Pelabuhan Kolaka untuk penutupan sementara ini.

"Karena jangan sampai Pelabuhan Bajoe ditutup kemudian Pelabuhan Kolaka masih buka, penumpang malah terombang-ambing di lautan kan kasihan," tambahnya. (her/ril)