Penyebaran Corona, Makassar Terancam Krisis Darah

BONEPOS.COM - ISTIMEWA Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal yang karib disapa Deng Ical khawatir terkait menurunnya jumlah stok darah saat ini di PMI Kota Makassar.

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal yang karib disapa Deng Ical khawatir terkait menurunnya jumlah stok darah saat ini di PMI Kota Makassar.

Hal tersebut imbas dari dampak larangan pemerintah berkumpul pada keramaian yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Per hari ini, stok di PMI 1.000 kantong, cukup untuk sepekan ke depan, tapi stok ini jauh lebih rendah dari stok biasanya sekitar 1.200 kantong, sesuai dengan kapasitas freezer PMI, dalam 2 sampai 3 hari ke depan sudah mulai krisis," papar Deng Ical.

Deng Ical berharap, instansi pemerintah maupun perusahaan yang masih bekerja untuk tetap menjadwalkan donor darah, karena PMI Kota menggunakan SOP tambahan dalam melayani kebutuhan darah.

"Mohon untuk instansi dan perusahaan yang saat ini masih beroperasi untuk menjadwalkan kegiatan donor darah. Kami juga membantu pengadaan disinfektan, tambahan vitamin, hand sanitizer dan beberapa kebutuhan pencegahan lainnya," ungkap Deng Ical.

Menurut Deng Ical pandemi Corona saat ini bersamaan dengan epidemi demam berdarah. Sehingga beberapa hari ini stok darah banyak disuplai donor pengganti keluarga pasien.

Beberapa hari ini, juga banyak donor pengganti atau keluarga, saat ini wabah Corona bersamaan dengan demam berdarah, sehingga kebutuhan jenis darah trombosit sangat tinggi.

"Kami menghimbau terutama relawan donor darah untuk tetap mendonor sesuai jadwal, banyak sekali pasien yang berharap suplai darah pendonor, mohon bantuan kita semua untuk mengambil peran dan tetap peduli," pesan Deng Ical.

Saat ini, Markas PMI Makassar dan UTD dilengkapi bilik steril sehingga setiap pengunjung, relawan staf dan pengurus harus melewati (sterilizer room) untuk mencegah penyebaran virus Corona. (ril)