UN Batal, Kadisdik Beri Tugas Tambahan Guru di Sinjai

Ilustrasi

BONEPOS.COM, SINJAI - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Andi Jefriyanto Asapa tegas mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait keputusan Presiden RI, Joko Widodo mengenai pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.

Kata Andi Jefri, keputusan pemerintah pusat terkait pembatalan pelaksanaan Ujian Nasional ini tentunya merupakan langkah terbaik dalam meminimalisir penyebaran Virus Corona (Covid-19).

"Bagi kami keputusan tersebut patut kita ikuti, karena sejak awal kita sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang menjadi keputusan pemerintah pusat akibat mewabahnya virus Corona sekarang ini terjadi," kata Andi Jefri

Andi Jefri mengungkapkan, dengan langkah pembatalan UN yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tidak akan jadi hambatan saat melanjutkan ke tingkat selanjutnya.

Sebab menurutnya, kelulusan siswa akan ditentukan berdasarkan hasil rapor dari lima semester yang telah dilalui.

"Untuk kelulusan dan penentuan kenaikan kelas berdasarkan pada nilai ujian semester yang ada dan ini yang menjadi tugas guru di sekolah untuk mulai saat ini harus melakukan inventarisir nilai-nilai tersebut," ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan pembuatan soal yang sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan, kata Andi Jefri bahwa soal-soal tersebut nantinya akan menjadi tugas tambahan bagi siswa yang diliburkan saat ini menjadi tugas tambahan di rumah.

"Sementara mengenai paket kesetaraan, kita masih menunggu petunjuk selanjutnya dari Pemerintah Pusat. Sebab hal tersebut tidak diatur dalam surat edaran Kemendikbud. Untuk siswa yang mengikuti paket kesetaraan tidak mengikuti ujian semester seperti sekolah lain, sehingga kami masih menunggu petunjuk dari pihak Kemendikbud terkait penentuan kelulusannya," jelasnya. (air/ril)