Istri Gubernur Sulsel Jalani Rapid Test Covid-19, Ini Hasilnya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Istri Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Lies F. Nurdin melakukan tes Covid-19, Minggu (29/3/2020).

Tes ini dilakukan langsung oleh Gubenur Sulsel Nurdin Abdullah dengan menggunakan alat Rapid Test, sebagaimana rekaman video yang diterima Bonepos.com, Minggu malam.

Adapun hasil dari hasil tes itu, menunjukan bahwa Ny Lies Negatif Covid-19. Selain itu, ketiga anak Gubernur NA yakni Putri, Reza dan Fauzi hasilnya juga dinyatakan negatif.

Sebelumnya, Gubernur NA telah menjalani pemeriksaan tes Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Kamis 26 Maret 2020, adapun hasilnya dinyatakan negatif.

Apa Itu Rapid Test?

Dikutip dari situs alodokter.com, Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil positif pada rapid test menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Oleh karena itu, jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang 7–10 hari setelahnya.

Nah, bila hasil rapid test Anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.

Itulah sebabnya, orang yang hasil rapid test-nya positif perlu melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona.

Jika positif terinfeksi virus Corona, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah walaupun Anda tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Hindari berpergian dan kontak dengan orang lain yang tinggal serumah, sambil menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan kenakan masker saat harus berinteraksi dengan orang lain.

Selama isolasi mandiri ini, pantau terus kondisi kesehatan Anda. Bila muncul gejala COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan sesak napas, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (ril).