Jangan Panik Cari Hand Sanitizer, Ini Wilayah Yang Sudah Produksi Sendiri

Hand Sanitizer

BONEPOS.COM - Tahukah, dalam upaya meminimalisir penularan Covid-19 Unit pendidikan dan lembaga litbang di lingkungan Kementerian Perindustrian berkerjasama untuk membuat cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Inisiatif meracik hand sanitizer muncul karena kebutuhan yang cukup banyak di seluruh satuan kerja Kemenperin.

Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), salah satu unit litbang di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPPI) Kemenperin yang berlokasi di Jakarta mampu memproduksi hand sanitizer sebanyak 500 liter per hari yang dikemas dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan. Cairan pembersih tangan ini telah didistribusikan untuk kebutuhan di kantor pusat Kemenperin.

Kami punya alat yang mampu memproduksi langsung (hand sanitizer) sebanyak 100 liter/batch. Bahkan, kami juga akan membuat cairan disinfektan,” tutur Kepala BBKK Wiwik Pudjiastuti dilansir dari Laman Kemenperin (29/3/2020).

Menurutnya, cairan hand sanitizer dan disinfektan yang diramu oleh timnya telah melewati proses riset yang baik.

“Pendekatan kami ilmiah, jadi ada keunggulan yang kami buat seperti dengan menggunakan minyak atsiri (essential oil), Minyak Atsiri selain berfungsi sebagai aroma juga menambah efektifitas antimikroba produk ini," imbuhnya.

Menurut Wiwik, pihaknya telah lama mampu menciptakan kedua jenis produk tersebut. Ke depannya, BBKK berencana menjalin mitra dengan pelaku industri untuk memproduksi secara massal.

Lembaga litbang Kemenperin yang juga memproduksi memproduksi hand sanitizer adalah Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang. Kepala Baristand Industri Palembang, Syamdian mengatakan, unit kerjanya memproduksi sekitar 40 liter produk tersebut untuk digunakan sebagai sarana menjaga kebersihan di

“Rencananya akan dibagikan ke area publik sekitar balai, yaitu masjid, kantor pos, kantor kelurahan, kantor camat, dan sekolah,” ujarnya.

Selain unit litbang, unit-unit pendidikan di Kemenperin di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) juga memproduksi sanitizer.

Seperti Politeknik ATI Padang di Sumatera Barat, SMK SMAK Padang, SMK SMAK Bogor, SMK SMTI Makassar, SMK SMTI Banda Aceh, Politeknik AKA Bogor, Politektnik STTT Bandung, Politeknik ATK Yogyakarta, Politeknik PTKI MEdan, AKOM Bantaeng, AKOM Solo, serta BDI Makassar.