Sebar Informasi Salah, Warga Bisa Didenda Rp1 Miliar

BONEPOS.COM, SINJAI -- Masyarakat Kabupaten Sinjai sempat dihebohkan beredarnya di media sosial adanya warga yang diduga terjangkit Covid-19.

Konon telah bertemu dengan keluarganya di Kabupten Maros yang dikabarkan positif terjangkit virus Corona, Sabtu (28/3/2020).

Pemerintah daerah Kabupaten Sinjai, dalam hal ini Tim terpadu Penanggulangan Covid-19 telah mengambil langkah antisipasi terkait informasi tersebut.

Kapolres Sinjai, AKBP Iwan Irmawan termasuk dalam Tim terpadau penanggulangan Covid-19 mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana dan lebih cermat dalam bermedia sosial.

"Jangan gampang percaya dan tidak menyebarluaskan berita-berita yang sumbernya tidak jelas serta tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," pesan Iwan.

Mengingat, informasi yang sifatnya bohong atau hoaks dapat menyebabkan keresahan bagi kalangan masyarakat pengguna media sosial.

Sanksi pidana atas perbuatan tersebut telah diatur dalam Undang-undang ITE. Terlebih lagi dengan berita tentang Virus Corona (Covid-19) yang akhir-akhir ini menjadi isu utama.

"Penyebar berita hoaks dapat diancam pidana penjara 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE Subsidair Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE," jelas Iwan.

Lanjut Iwan, bagi masyarakat Kabupaten Sinjai yang ingin mengetahui perkembangan situasi terkait dengan Covid-19, dapat mengakses pada situs resmi penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sinjai covid19.sinjaikab.go.id.

"Mari kita terapkan pola hidup sehat, melakukan social distancing dengan tetap berada di rumah kecuali terdapat hal tertentu yang sifatnya penting untuk keluar rumah. Menjaga jarak saat berintekasi dengan orang lain," kuncinya. (air/ril)