Kemendagri Sasar Zona Merah Covid-19, Ada Apa Ya?

BONEPOS.COM, JAKARTA - Dari peta penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta, wilayah administrasi Jakarta Selatan, khususnya area Kalibata, adalah salah satu kawasan dengan ‘status merah’ epicentrum penyebaran Covid-19. Daerah ini padat dengan pemukiman dan perkantoran.

Sejak awal Maret 2020, Kemendagri yang dipimpin Tito Karnavian, telah mencanangkan program Kemendagri Peduli Cegah Covid-19.

Program ini bertujuan melakukan berbagai aneka kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 baik di lingkungan kantor Kemendagri maupun di area sekitarnya.

Juga lewat program yang digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kemendagri mengalih-fungsikan seluruh diklatnya di seluruh provinsi di Indonesia untuk bermanfaat sebagai gedung isolasi atau Karantina.

Gedung Diklat Kemendagri di Bali, misalnya, sejak 22 Maret 2020 telah digunakan untuk menampung isolasi ABK (anak buah kapal) asal Bali berjumlah 205 orang. Secara keseluruhan di Indonesia gedung Diklat Kemendagri memiliki kapasitas 5.036 kamar apabila dibutuhkan, siap setiap saat menampung pasien Covid-19.

“Minggu lalu, Mendagri Tito telah memerintahkan saya untuk menarik 3 unit mobil Damkar dari basecamp di Rohil, Riau ke Jakarta dan melakukan penyemprotan disinfektan untuk kantor-kantor Kemendari di wilayah Jakarta," papar Teguh Setyabudi, Kepala BPSDM Kemendagri.

“Hari ini yang kita sisir semua perkantoran zona merah Covid-19 di sekitar perkantoran Kemendagri dan lainnya di Jakarta Selatan dan kita telah berhasil menyemprot disinfektan di Kantor Kemendes dan PDT, Universitas TRILOGI, pemukiman Duren Tiga, kantor BPSDM, sepanjang jalan Pahlawan Kalibata, Kantor Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bina Pemdes di Pasar Minggu,” ujar Teguh.

Kegiatan penyemprotan akan terus dilakukan. Namun, Teguh menginformasikan bahwa prioritas lokasi penyemprotan adalah perumahan umum dimana ASN Kemendagri bermukim. (ril)